Kemarau Panjang, Warga Pagulir Andalkan Sungai untuk Mandi dan Mencuci

  • 14 Sep 2026 07:06 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Hingga awal September 2026, musim kemarau belum juga berakhir. Kondisi cuaca bahkan dirasakan jauh lebih kering dibandingkan sebelumnya, sementara kekeringan dan panjangnya hari tanpa hujan mulai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Kekhawatiran terhadap kemarau yang berkepanjangan tersebut dirasakan oleh berbagai kalangan. Salah satunya warga masyarakat yang mulai mengalami kekurangan stok air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di rumah.

Mistawan, salah seorang warga Desa Air Kering, Kecamatan Padang Guci Hilir, mengaku khawatir dengan kondisi krisis air bersih di daerahnya. Pasalnya, sumur milik warga mulai mengalami kekeringan akibat belum turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Sumur kami sudah mulai berkurang airnya sejak awal agustu lalu, hingga kini awal September hujan belum kunjung tiba. Jadi kami terpaksa menghemat penggunaan air sumur hanya untuk kebutuhan minum dan masak,” tutur Mistawan, Minggu, 13 september 2026.

Menurut Mistawan, warga Padang Guci Hilir pada umumnya memanfaatkan Sungai Padang Guci untuk memenuhi kebutuhan mencuci dan mandi. Karena kondisi sumur mulai mengering, aktivitas warga di sungai terlihat cukup ramai, terutama pada pagi dan sore hari.

“Berhubung sudah krisis air sumur, jadi warga melakukan aktivitas Mandi dan mencuci di sungai. Nah Kalau pagi dan sore sungai sangat ramai dengan aktivbitas warga mandi dan cuci,” tutur Mistawan.

Sementara itu, BMKG memproyeksikan musim kemarau 2026 di Indonesia diperkirakan berakhir sekitar pertengahan Oktober. Setelah itu, wilayah Indonesia bagian barat diperkirakan memasuki periode peralihan menuju musim hujan.

Mengutip dari media sosial BMKG, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyampaikan prakiraan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026. Menurutnya, pemetaan prakiraan iklim perlahan memperlihatkan indikasi peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Pada Oktober hingga November, hujan diperkirakan mulai kembali terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Pulau Jawa diprediksi mulai mengalami hujan pada November, meski intensitasnya masih tercatat di bawah normal.

BMKG menyebut El Niño kuat dan Dipole Mode Hindia atau IOD positif menjadi penyebab berkurangnya pasokan curah hujan. El Niño diprediksi bertahan hingga permulaan 2027 dan mencapai puncaknya pada Desember 2026, meski pengaruhnya terhadap musim hujan diperkirakan tidak signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....