Abu Vulkanik Bukan Debu Biasa, Begini Cara Membersihkannya

  • 11 Sep 2026 17:44 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Abu vulkanik yang dihasilkan saat erupsi gunung api bukanlah debu biasa. Abu tersebut mengandung pecahan batuan, mineral, serta partikel kaca vulkanik berukuran sangat halus yang bersifat keras dan abrasif.

Meski terlihat ringan, abu vulkanik dapat menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan dan lingkungan. Partikel halus yang beterbangan berisiko menyebabkan iritasi mata, gangguan pernapasan, batuk, serta memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru-paru.

Selain berdampak pada kesehatan, abu vulkanik juga dapat merusak berbagai permukaan benda. Kaca jendela, cat kendaraan, hingga peralatan elektronik berpotensi mengalami kerusakan apabila terkena abu dalam waktu lama dan tidak dibersihkan dengan benar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Septa Miarif mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. “Masyarakat kami imbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi abu vulkanik masih cukup pekat,” ujar Septa Miarif.

Masyarakat juga diminta tidak menyapu abu vulkanik dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel halus beterbangan dan mudah terhirup. Abu yang menempel pada kaca rumah maupun kendaraan sebaiknya tidak langsung digosok karena sifat abrasifnya dapat menyebabkan goresan.

Selain itu, penggunaan air secara berlebihan saat membersihkan abu perlu dihindari. Abu yang bercampur terlalu banyak air dapat menggumpal dan mengeras sehingga lebih sulit dibersihkan.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat menggunakan masker, kacamata pelindung, dan sarung tangan saat membersihkan abu vulkanik. Warga yang mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar abu diminta segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Warga juga disarankan membersihkan atap rumah, talang air, dan saluran drainase secara hati-hati untuk mencegah penumpukan abu. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi pemerintah dan instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....