Mencicipi Makanan Khas Jawa "Tiwul"
- 31 Agt 2026 21:26 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan- Mengutip dari laman Kementerian Pariwisata, Tiwul merupakan makanan tradisional khas Jawa, khususnya sangat populer di wilayah Gunungkidul, Pacitan, dan Wonogiri. Kuliner legendaris ini terbuat dari singkong atau ketela pohon yang dikeringkan, yang biasa disebut oleh masyarakat sebagai gaplek.
Proses pembuatan tiwul dimulai dengan menumbuk gaplek yang sudah kering hingga menjadi tepung halus. Setelah itu, tepung singkong dipercikkan air sedikit demi sedikit sambil diayak hingga membentuk butiran-butiran kecil sebelum akhirnya dikukus.
Pada masa penjajahan dan paceklik, panganan ini sempat menjadi makanan pokok pengganti nasi bagi masyarakat pedesaan. Kandungan karbohidratnya yang tinggi menjadikannya sumber energi utama yang sangat mengenyangkan ketika beras sulit didapat.
Seiring berjalannya waktu, cita rasa tiwul terus berkembang mengikuti selera masyarakat modern. Kini makanan tersebut sering disajikan dengan parutan kelapa muda dan sirup gula merah untuk memberikan perpaduan rasa gurih manis.
| Baca juga: Menjelajah Banyuwangi, The Sunrise of Java |
Bagi kesehatan tubuh, kuliner singkong ini memiliki berbagai manfaat yang tidak bisa diremehkan. Kandungan kalorinya cenderung lebih rendah daripada nasi putih biasa, serta memiliki indeks glikemik yang cukup aman untuk penderita diabetes.
Saat ini, tiwul tidak lagi dianggap sebagai makanan kelas bawah atau lambang kemiskinan masa lalu. Kuliner ini telah naik kelas menjadi hidangan oleh-oleh khas yang banyak dicari oleh wisatawan saat berkunjung ke daerah Jawa Mataraman.
Keberadaan kuliner tradisional ini menjadi bukti nyata kekayaan kreativitas kuliner nusantara dalam mengolah pangan lokal. Melestarikan tiwul berarti kita juga turut menjaga warisan sejarah dan identitas budaya bangsa agar tidak punah ditelan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....