Kemarau Panjang Berpengaruh Terhadap Pertumbuhan Bunga Kopi

  • 24 Agt 2026 07:53 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir berdampak pada perkembangan tanaman kopi di sejumlah daerah. Cuaca panas ekstrem berpengaruh buruk terhadap perkembangan bunga kopi, terutama di wilayah yang memiliki suhu cukup tinggi.

Intal, salah seorang petani kopi di Kaur, mengatakan kondisi tanaman kopi saat ini sedang memasuki musim berbunga, namun cuaca panas membuat pertumbuhan buah kopi menjadi kurang maksimal. " Semestinya kalau kopi sedang berbunga musti ada siraman hujan agar pertumbuhan bunganya bisa normal jadi putik," ungkap Intal saat berbincang bersama RRI (Agustus 2026).

Menurutnya, cuaca panas berkepanjangan akhir-akhir ini membuat sebagian bunga kopi menjadi kering, bahkan nyaris gosong. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berpengaruh buruk terhadap buah kopi yang dihasilkan pada musim panen mendatang.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada kebun kopi di daerah pegunungan seperti di Tanjung Sakti, Sumatera Selatan. Sukari, salah seorang petani di Tanjung Sakti, menuturkan cuaca panas justru berpengaruh baik terhadap pertumbuhan bunga kopi menjelang musim panen.

"Kalau di Tanjung sakti kan daerah pegunungan cuacanya dingin, kalau terlalu banyak disiram hujan malah bunganya jadi rontok. Nah kondisi cuaca panas seperti musim kemarau ini malah bangus untuk perkembangan bunga kopi," tutur Lek Sukari.

Menurut Sukari, kondisi geografis Tanjung Sakti yang berada di daerah pegunungan membuat suhu udara cenderung lebih dingin. Karena itu, curah hujan yang terlalu banyak justru dapat menyebabkan bunga kopi rontok, sementara cuaca panas saat musim kemarau dinilai mendukung perkembangan bunga.

Petani kopi masih harus bersabar menunggu waktu kemarau berakhir. Berdasarkan informasi yang dirilis BMKG, musim kemarau diperkirakan akan berakhir pada kisaran akhir Agustus hingga awal September.

Dengan berakhirnya musim kemarau, petani kopi berharap kondisi tanaman kopi dapat kembali normal. Mereka juga berharap kondisi cuaca yang lebih mendukung dapat meningkatkan perkembangan bunga dan hasil panen kopi pada musim mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....