Kapolda Bengkulu Ajak Mahasiswa Baru Jadi Benteng Pancasila di Era Digital

  • 03 Agt 2026 19:57 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., mengajak ribuan mahasiswa baru Universitas Bengkulu memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, dan literasi digital sebagai bekal menghadapi tantangan di era digital. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Aksara Ulu Universitas Bengkulu Tahun 2026 di Gedung Serba Guna Universitas Bengkulu, Senin 03 Agustus 2026.

Kegiatan yang mengusung tema "Melesat Penuh Makna Raflesia Muda Tumbuh sebagai Tonggak Peradaban yang Berdampak dan Berkelanjutan" itu diikuti sekitar 4.800 mahasiswa baru. Hadir pula Rektor Universitas Bengkulu, Kajati Provinsi Bengkulu, Dirintelkam Polda Bengkulu, Kasi Pers Korem 041/Garuda Emas, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi Bengkulu.

Dalam paparannya, Kapolda menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, terorisme, dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Menurutnya, lingkungan kampus harus tetap menjadi ruang yang aman untuk belajar, berdialog, dan membangun karakter kebangsaan.

Kapolda menjelaskan penyebaran paham ekstrem kini semakin banyak memanfaatkan media digital dan media sosial untuk memengaruhi generasi muda. Karena itu, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi langkah penting agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

"Fenomena penyebaran paham ekstrem melalui ruang digital memerlukan kewaspadaan bersama. Pencegahan dilakukan melalui edukasi, literasi digital, penguatan Pancasila, serta kolaborasi masyarakat dan aparat penegak hukum," ujar Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid.

Kapolda juga menguraikan sejumlah faktor yang dapat membuat mahasiswa rentan terpapar paham radikal, di antaranya pencarian jati diri, keinginan memperoleh pengakuan, hingga pengaruh media sosial. Ia mengajak mahasiswa menjadi agent of change dengan menyebarkan narasi positif, memperkuat toleransi, peduli terhadap lingkungan kampus, dan melaporkan jika menemukan indikasi penyebaran paham yang mengarah pada tindak pidana atau mengancam persatuan.

Menurut Kapolda, Polri terus mengedepankan langkah preemtif melalui edukasi dan sosialisasi, langkah preventif melalui patroli siber dan pengamanan kegiatan, serta penegakan hukum terhadap setiap tindak pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sinergi antara perguruan tinggi, Polri, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman dan kondusif.

"Mahasiswa yang cerdas bukan hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta menjadi benteng Pancasila dalam menghadapi setiap ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Kapolda.

Melalui kegiatan PKKMB tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal kehidupan kampus, tetapi juga memahami pentingnya menjaga persatuan, menolak intoleransi, radikalisme, dan terorisme, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga selesai pada pukul 16.25 WIB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....