Petani Kopi Kaur Bersyukur, Harga Kopi Kering Stabil
- 31 Jul 2026 07:08 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Harga buah kopi kering di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), terutama di Kabupaten Kaur, saat ini masih bertahan di atac Rp55.000 per kilogram. Menurut petani, angka tersebut tergolong cukup tinggi karena harga di atas Rp50.000 per kilogram sudah terbilang menguntungkan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bira, seorang petani asal Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur. ”Bagi kami jika harga kopi masih bertahan diatas RP.50.000 per klio, itu masih tinggi bagi kami, masih seimbang denga biaya operasional merawat kebun,” ungkap Bira pada Kamis, 30 juli 2026.
Informasi mengenai kestabilan harga ini juga disampaikan para petani dari berbagai daerah di Sumbagsel saat berdialog dalam acara Anjangsana Udara di RRI Bintuhan. Mereka mengaku bahwa harga kopi di tingkat petani mulai menunjukkan tren kenaikan sejak awal Juni 2026 lalu.
Lek Sukari, petani kopi asal Tanjung Sakti, Sumatera Selatan, menuturkan bahwa dirinya menjual hasil panen pada akhir Juli 2026 dengan harga Rp57.000 per kilogram. “Alhamdulillah harga kopi naik dikit Bang, awal bulan juni saya jual dapat harga 57 ribu rupiah per Kilogram,” tutur Lek Sukari saat berdialog di acara Anjangsana Udara RRI Bintuhan.
Sementara itu, Risman, petani kopi asal OKU Selatan, juga menyampaikan hal senada terkait kondisi harga di daerahnya. “ sama bang, di tempat kami juga naik tipis jika dibanding akhir bulan mei kemari, kemarin saya jual di akhir Juli 2026, naik walau sedikit dibanding sebelumnya,” tutur Risman saat berbincang dalam acara tersebut.
Pernyataan dari para petani tersebut diamini oleh Risi, seorang tauke kopi yang beroperasi di Kecamatan Tanjung Kemuning. “Kami membeli dari petani RP. 57.000 per kilo, untuk akhir Juli 2026, tapi harga bisa berubah setiap saat, harhga juga dipengaruhi oleh kualitas nya, jilka kualitas buruk bisa lebih rendah harganya” tutur Risi membenarkan adanya kenaikan harga.
Kondisi harga buah kopi kering yang berada di atas Rp50.000 per kilogram ini tentu sangat disyukuri oleh para petani di wilayah tersebut. Meskipun demikian, nominal saat ini sebenarnya masih lebih rendah dibandingkan musim panen tahun lalu yang sempat menyentuh angka Rp70.000 per kilogram.
Bira petani kopi di Kaur kembali menegaskan rasa syukur masyarakat atas kondisi harga yang berangsur membaik saat ini. Menurutnya, tingkat harga tersebut sudah cukup seimbang untuk menutup biaya perawatan kebun, pengolahan kopi, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....