Kemarau Panjang Ancam Pertanian, Petani Kaur Alami Gagal Tanam
- 28 Jul 2026 19:37 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Dampak musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir mulai dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah. Kondisi tersebut memicu berbagai persoalan, mulai dari krisis air bersih, ancaman gagal panen, hingga meningkatnya suhu dingin pada malam hari.
Salah satu sektor yang paling terdampak adalah pertanian di Kabupaten Kaur. Gagal tanam terjadi akibat berkurangnya pasokan air irigasi, menurunnya kelembapan tanah.
Minimnya curah hujan membuat saluran irigasi mengering sehingga proses pengolahan lahan tidak dapat dilakukan secara maksimal. Selain itu, bibit tanaman mati akibat tanah yang retak dan kekurangan air.
Berbagai upaya untuk mengatasi dampak kekeringan dibidang pertanian telah dicoba, termasuk mengubah pola tanam dengan memilih varietas yang lebih tahan terhadap kondisi kering. Namun, langkah tersebut belum membuahkan hasil karena kondisi tanah sudah mengalami kekeringan yang cukup parah sehingga tanaman palawija, seperti jagung, kedelai, dan kacang-kacangan, juga sulit tumbuh.
Salah seorang petani di Kecamatan Kelam Tengah, Asman Yudi, mengaku tidak dapat berbuat banyak menghadapi musim kemarau tahun ini. Menurutnya, lahan pertanian yang mengering membuat rencana menanam padi dipastikan gagal.
“Pasrah, kondisi lahan yang kering kerontang tak memungkinkan lagi untuk dilakukan cocok tanam. Padi saya tak jadi ditanam kartena lahanya kering,” tutur Asman Yudi, Senin 27 juli 2026.
Sementara itu, mengutip situs resmi BMKG, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengingatkan adanya ancaman gagal panen pada lahan pertanian tadah hujan akibat fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional apabila tidak segera diantisipasi.
Menurut Dwikorita, fenomena El Nino dan IOD positif saling menguatkan sehingga musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dengan curah hujan yang berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga awal September, dengan kondisi yang lebih kering dibandingkan tahun 2020, 2021, dan 2022, sementara berdasarkan pengamatan BMKG indeks El Nino pada Juli mencapai 1,01 dengan level moderate dan IOD telah berada pada fase positif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....