Pengolahan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Media Tanam Cocopeat

  • 27 Jul 2026 08:09 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Limbah sabut kelapa dari industri pasar tradisional sering kali menumpuk menjadi sampah organik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai alami. Padahal, serat sabut kelapa tersebut dapat diolah menjadi media tanam ramah lingkungan bernama cocopeat yang kaya nutrisi.

Menurut penelitian dari Susanti (2022) dalam Jurnal Sains Pertanian dan Pengolahan Limbah berjudul "Karakteristik Fisik Serbuk Sabut Kelapa Sebagai Media Semai", kelayakan bahan dipantau. Riset menjelaskan bahwa cocopeat memiliki kemampuan mengikat air yang sangat tinggi sehingga sangat baik untuk perkembangan akar.

Proses pengolahan diawali dengan memisahkan serat panjang sabut kelapa dari serbuk halusnya menggunakan mesin penggiling atau pencacah manual. Serbuk halus yang diperoleh kemudian wajib direndam dalam air bersih selama beberapa hari untuk menghilangkan kandungan zat tanin.

Zat tanin yang terlarut dalam air perendaman harus dibuang karena dapat menghambat pertumbuhan akar tanaman muda jika tidak dibersihkan. Setelah direndam, serbuk sabut kelapa diperas dan dijemur di bawah terik matahari hingga kadar airnya menurun drastis.

Cocopeat yang sudah kering dan bebas zat tanin siap dicampur dengan tanah humus atau pupuk kandang sebagai media tanam. Media tanam berbasis sabut kelapa ini sangat cocok digunakan untuk budidaya tanaman hias maupun tanaman hortikultura di pekarangan.

Berdasarkan data dari Pratama (2025) dalam Jurnal Agroteknologi Tropica dan Bahan Organik berjudul "Efektivitas Cocopeat Terhadap Pertumbuhan Bibit Sayuran", efisiensi bahan dikaji. Data riset menunjukkan bahwa penggunaan cocopeat mampu meningkatkan daya simpan air pada media tanam hingga sebesar 45 persen.

Mengolah limbah sabut kelapa menjadi media tanam merupakan langkah nyata dalam mendukung kegiatan berkebun yang ramah lingkungan. Mari manfaatkan cocopeat untuk menyuburkan tanaman hias di rumahmu agar tumbuh lebih hijau dan segar!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....