Kemarau Picu Gagal Tanam, Petani di Kaur Alami Kerugian
- 19 Jul 2026 18:45 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Kemarau yang melanda Kabupaten Kaur dalam beberapa bulan terakhir mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama para petani. Minimnya curah hujan menghambat aktivitas bercocok tanam sehingga sebagian petani mengalami gagal tanam pada musim ini.
Salah satu wilayah yang terdampak adalah Kecamatan Kelam Tengah yang mengandalkan Sungai Air Kelam sebagai sumber utama irigasi persawahan. Menyusutnya debit sungai akibat kemarau membuat pasokan air tidak lagi mencukupi untuk mengairi lahan pertanian warga.
Akibat kondisi tersebut, banyak petani mengalami kerugian karena tanaman tidak dapat tumbuh sebagaimana mestinya. Selain kehilangan kesempatan panen, mereka juga harus menanggung berbagai biaya yang telah dikeluarkan sejak awal musim tanam.
Lisusi, salah seorang petani di hamparan sawah Bukit Latas, mengaku mengalami kerugian akibat gagal tanam pada musim tanam kali ini. Menurutnya, kerugian yang dialami meliputi biaya sewa traktor, pembelian bibit, serta berbagai pengeluaran lainnya, termasuk tenaga yang telah dicurahkan selama proses persiapan lahan.
“Awal Kemarau kemarin sempat turun hujan jadi kami mulai melakukan aktivitas di sawah, namum usai menabur benih, hujan tak kunjung turun, sebabkan lahan kami kekringan. Akibat gagal tanam kami rugi karena banyak biaya yang sudah dikeluarkan, termasuk biaya sewa traktor, beli bibit dan tenaga sudah capek,” tutur Lisusi saat ditemu RRI, Minggu, 19 Juli 2026.
Menurut Lisusi, apabila musim kemarau masih berlanjut dan hujan tidak segera turun, sawah mereka dipastikan akan terbengkalai pada musim tanam kali ini. Ia bersama para petani lainnya berharap musim kemarau segera berakhir agar aktivitas bercocok tanam dapat kembali berjalan dengan baik.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 diperkirakan mulai berakhir secara bertahap pada akhir Agustus. BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan biasanya akibat penguatan fenomena El Niño.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....