Masyarakat Perkebunan Tetap Nikmati Piala Dunia 2026 lewat Siaran RRI
- 18 Jul 2026 22:41 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Perhelatan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat menyedot perhatian publik di berbagai negara, termasuk Indonesia. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya minat menyaksikan pertandingan melalui televisi maupun berbagai konten digital di media sosial.
Melansir dari Hukumonline.com, TVRI ditunjuk FIFA sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia melalui perjanjian media rights yang ditandatangani pada akhir 2025. Berdasarkan perjanjian tersebut, TVRI memiliki hak menayangkan seluruh pertandingan, mendistribusikan konten melalui kanal resmi, serta mengakses feed resmi FIFA untuk siaran langsung.
Dengan adanya hak siar tersebut, masyarakat pada umumnya dapat dengan mudah menyaksikan pertandingan Piala Dunia melalui siaran TVRI. Namun, tidak semua masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap siaran televisi maupun internet karena masih terdapat wilayah yang belum teraliri listrik dan mengalami kondisi blank spot, seperti di sejumlah kawasan perkebunan di Provinsi Bengkulu dan wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Keterbatasan akses tersebut tidak menghalangi masyarakat untuk mengikuti perkembangan Piala Dunia 2026. Mereka memanfaatkan siaran pandangan mata yang disiarkan Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai sumber informasi utama mengenai jalannya pertandingan.
Hadian, salah seorang warga Kabupaten Kaur yang berdomisili di kawasan perkebunan, mengatakan bahwa di lokasi tempatnya berkebun belum tersedia aliran listrik sehingga tidak dapat menyaksikan pertandingan melalui televisi. Meski demikian, ia mengaku tetap dapat mengikuti seluruh perkembangan Piala Dunia melalui siaran RRI.
“Alhamdulillah kami bersyukur sekali RRI menyiarkan pertandinga piala dunia, sehingga kami tidak ketinggalan perkembangan nya. Tiap jadwal pertandingan yang disiarkan RRI, selalu kami ikuti, dan kami juga mengadakan acara mendengar bareng piala dunia melalu siaran RRI pro3, alhamdulillah RRI Bintuhan juga turut menyiarkannya,” tutur Hadian, saat berdialog di acara Batang Hari 9 yang digelar RRI Bintuhan, 16 Juli 2026.
Kemeriahan pesta sepak bola dunia juga dirasakan masyarakat di kawasan perkebunan Lampung Pesisir Barat, Tanjung Sakti, Sumatera Selatan, serta OKU Selatan. Warga di wilayah tersebut mengaku tetap mengikuti perkembangan pertandingan Piala Dunia melalui siaran pandangan mata yang disiarkan RRI.
Rimbas, seorang petani di OKU Selatan, mengaku sangat senang karena masih dapat mengikuti jalannya pertandingan melalui radio. “kalau kami di kebu ini akses hiburan dan informasi hanya memalui radio, begitu juga mengikuti piala dunia hanya memalui radio. Pokoya bersyukur sekali RRI turut menyiarkan siaran Piala dunia ini,” tutur Rimbas, saat ditanya penyiar masih dalam acara yang sama.
Sementara itu, Efjhon, seorang petani dari Tanjung Sakti, Sumatera Selatan, juga mengaku antusias mengikuti Piala Dunia melalui siaran RRI. “Dari awal piala dunia kami selalu mendengarkan siaran pandangan mata PILDUN di RRI, bahkan kami merencanakan Mendengar bareng pertandingan saat final Argentina vs Spanyol mendatang,” tutur Efjon.
Melansir dari RRI.co.id, Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) resmi memperoleh hak siar audio Piala Dunia 2026 melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Televisi Republik Indonesia. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat distribusi siaran olahraga melalui program Pesta Bola Dunia 2026 yang disiarkan secara nasional melalui Pro1, Pro2, dan Pro3, serta dilengkapi berbagai program pendukung yang hadir tidak hanya saat pertandingan berlangsung, tetapi juga menjelang penyelenggaraan turnamen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....