Harga Kopi di Kaur Masih Stabil, Produksi Petani Menurun pada Musim Selang
- 04 Agt 2026 14:37 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Memasuki awal Agustus 2026, di Kaur harga kopi di tingkat petani masih bertahan di kisaran Rp57.000 per kilogram. Namun, harga tersebut juga dipengaruhi oleh kualitas kopi yang dijual oleh petani.
Kabar mengenai harga kopi tersebut dibenarkan oleh Wasa, salah seorang tauke hasil pertanian di Kecamatan Kaur Utara. Menurutnya, harga kopi pada awal Agustus ini masih bertahan seperti pada akhir Juli 2026 lalu.
“Harga kopi masih bertahan sepeti akhir bulan juli lalu, dikisaran Rp.57,000 per kilo. Kalau kita, kasih harga ke petani ngikuti harga pasar, jadi harga bisa berubah kapan saja,” ungkap Wasa, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Wasa, saat ini petani kopi sedang memasuki masa peralihan musim atau yang dikenal sebagai musim selang. Pada masa tersebut, kebun kopi sedang dalam tahap perawatan sehingga produksi buah kopi menurun dan jumlah penjualan dari petani tidak sebanyak saat musim panen.
“Sekarang sedang musim selang kalau istilah petani kopi di sini, musim panen udah berakhir, petani sedang focus mengolah lahan untuk persiapan musim berikutnya, sehingga hasil panen kopi saat musim selang ini sediki, sehingga jumlah kopi yang kami beli dari petani tdak sebanyak ketika musim panen berlangsung,” jelas Wasa.
Sementara itu, Lisusi, petani kopi asal Kelam Tengah, mengatakan dirinya menjual kopi pada awal Agustus dengan harga Rp57.000 per kilogram. “Saya jual kopi awal agustus sebanyak 200 Kiligram ke Tauke Pak Wasa, dengan harga Rp. 57,000 per kilonya,” tutur Lisusi, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut Lisusi, kopi kering yang dijualnya merupakan hasil olahan panen musim lalu yang sengaja disimpan sambil menunggu harga yang sesuai. ” Hasil panen musim kemarin sengaja saya simpan, dan sekarang harganya sudah cukup tinggi jadi saya jual,” tutur Lisusi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....