Hamparan Sawah di Kelam Tengah Beralih Menjadi Ladang Jagung akibat Kemarau

  • 25 Jun 2026 21:55 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Ratusan hektare sawah di Hamparan Sawah Lebar, Kecamatan Kelam Tengah, beralih fungsi menjadi ladang jagung. Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya pasokan air karena musim kemarau yang telah melanda wilayah tersebut selama beberapa bulan terakhir.

Hingga penghujung Juni 2026, musim kemarau masih berlangsung di Kecamatan Kelam Tengah. Berdasarkan prakiraan dari BMKG, kondisi kemarau diperkirakan masih akan berlanjut hingga Agustus mendatang.

Kekhawatiran terhadap minimnya pasokan air untuk mengairi sawah membuat banyak petani mengambil langkah alternatif. Mereka memilih mengalihfungsikan lahan sawah menjadi ladang jagung untuk sementara waktu guna tetap mempertahankan produktivitas lahan.

Selain itu, letak geografis Kecamatan Kelam Tengah yang berada di dataran tinggi menjadi salah satu kendala dalam penyediaan air irigasi. Daerah ini tidak memiliki sungai besar yang dapat menjadi sumber pengairan bagi areal persawahan.

Selama ini, petani hanya mengandalkan Sungai Kelam sebagai sumber utama pasokan air untuk mengairi sawah mereka. Namun, saat musim kemarau tiba, debit air sungai tersebut cepat mengalami penyusutan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh lahan pertanian.

Juli Harwawan, salah seorang petani di Desa Rigangan, mengatakan bahwa dirinya bersama petani lainnya di Hamparan Sawah Lebar sepakat menanam jagung pada musim tanam kali ini. Langkah tersebut diambil sebagai upaya menghadapi keterbatasan air yang terjadi selama musim kemarau.

"Menyiasati kurangnya pasokan air untuk menggarap sawah, kita terpaksa menanam jagung untuk sementara," tutur Juli, 25 Juni 2026. Menurutnya, masa panen jagung mendatang diperkirakan bertepatan dengan tibanya musim hujan, sehingga ketika pasokan air kembali normal para petani dapat kembali menanam padi di lahan sawah mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....