Pentingnya Penguatan Transportasi Publik demi Mengurai Kemacetan
- 22 Jun 2026 07:13 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi yang tidak terkendali di kota-kota besar terus menjadi pemicu utama kemacetan lalu lintas harian. Kerugian waktu dan materi akibat tertahan di jalan raya tentu menurunkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat urban.
Studi dari Nugroho (2020) dalam Jurnal Transportasi dan Infrastruktur berjudul "Evaluasi Integrasi Antarmoda Transportasi Massal", mengupas tuntas sistem ini. Riset menyimpulkan bahwa kunci utama perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum adalah faktor kenyamanan dan ketepatan waktu.
Pemerintah harus terus memperluas jaringan rute bus trans dan kereta rel listrik hingga menjangkau kawasan pemukiman penyangga kota. Sistem tiket terintegrasi satu kartu juga sangat memudahkan warga yang harus berganti moda transportasi dalam satu kali perjalanan harian.
Penyediaan fasilitas trotoar yang lebar, bersih, dan ramah disabilitas di sekitar stasiun akan merangsang budaya jalan kaki warga. Masyarakat tidak akan ragu meninggalkan motor mereka di rumah jika akses menuju halte terasa aman dan menyenangkan untuk dilewati.
Pemberlakuan tarif khusus atau subsidi bagi pelajar dan pekerja harian juga bisa menjadi daya tarik tambahan yang sangat efektif. Langkah ini secara tidak langsung membantu meringankan beban biaya transportasi bulanan bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah.
Berdasarkan analisis dari Lestari (2023) dalam Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan berjudul "Dampak Makro Penggunaan Transportasi Massal Terhadap Emisi", lingkungan diuji. Data riset menegaskan bahwa kenaikan jumlah penumpang bus listrik berkorelasi langsung dengan penurunan polusi udara kota sebesar 25 persen.
Beralih ke transportasi umum adalah langkah nyata yang cerdas untuk membangun budaya bertransportasi yang lebih humanis dan tertib. Yuk, mulai kurangi penggunaan mobil pribadimu besok pagi dan rasakan pengalaman seru bepergian menggunakan kereta komuter kota!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....