Menilik Masa Depan Dunia Kerja lewat Tren Remote Working
- 27 Mei 2026 20:30 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Sistem kerja jarak jauh atau remote working kini bukan lagi sekadar tren sesaat melainkan sudah menjadi budaya kerja baru. Banyak perusahaan mulai membebaskan karyawannya untuk bekerja dari mana saja demi efisiensi operasional.
Berdasarkan studi dari Bloom et al. (2015) dalam The Quarterly Journal of Economics berjudul "Does Working from Home Work?", sistem ini punya dampak positif. Hasil riset menunjukkan bahwa bekerja dari rumah berhasil mendongkrak performa karyawan hingga sebesar 13 persen karena minimnya gangguan.
Namun, model kerja seperti ini juga memicu tantangan baru berupa batasan yang kabur antara kehidupan profesional dan personal. Tanpa manajemen waktu yang disiplin, karyawan justru rentan mengalami kelelahan digital karena merasa harus siaga setiap saat.
Pihak manajemen perusahaan pun dituntut untuk mengubah indikator penilaian kinerja dari jam kehadiran menjadi berbasis output. Strategi ini penting agar produktivitas tim tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kenyamanan bekerja mereka.
Selain itu, komunikasi yang transparan menggunakan platform digital menjadi fondasi utama dalam menjaga kekompakan tim jarak jauh. Koordinasi yang buruk sedikit saja bisa memicu salah paham yang berdampak langsung pada kualitas proyek yang dikerjakan.
Melalui analisis dari Golden dan Veiga (2005) dalam Journal of Applied Psychology berjudul "The Impact of Telecommuting on Work-Family Isolation", ada aspek psikologis yang harus dijaga. Riset tersebut menekankan bahwa dukungan sosial dari atasan sangat krusial untuk mencegah rasa terisolasi yang dialami pekerja remote.
Kesimpulannya, era kerja modern menuntut fleksibilitas sekaligus kedisiplinan yang tinggi dari kedua belah pihak agar berjalan optimal. Yuk, mulai tata ulang ruang kerja dan jadwal harian kamu supaya tetap produktif sekaligus bahagia menjalani gaya kerja ini!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....