Permintaan Gula Aren Asal Kaur Meningkat saat Bulan Ramadahan
- 28 Feb 2026 10:58 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Meskipun banyak jenis gula yang diproduksi secara modern dan mudah ditemukan di pasaran, peminat gula aren asal Kabupaten Kaur tidak pernah berkurang. Bahkan, permintaan pasar pada momen tertentu justru mengalami peningkatan.
Seperti yang terjadi pada bulan Ramadhan, ketika kebutuhan gula merah meningkat signifikan. Pada bulan ini, banyak masyarakat menggunakan gula merah sebagai bahan utama pembuatan takjil. Itulah salah satu penyebab meningkatnya permintaan terhadap gula merah meningkat.
Pada Ramadan 1447 H/2026, permintaan gula merah di Kaur alami peningkatan dibanding hari biasanya. Hal ini disampaikan Hartawan, salah seorang pegrajin gula merah di Kecamatan Kelam Tengah, yang mengaku penjualannya meningkat pada Ramadhan tahun ini.
“Memang sudah tradisi tiap bulan ramadhan permintaan gula merah dari masyarakat meningkat. Penjualan kami sebagai pengrajin gula merah rumahan makin bertambah,” tutur Tawan. Ia menyebutkan bahwa lonjakan permintaan selalu terjadi setiap memasuki bulan puasa.
Selain untuk konsumsi rumah tangga, gula merah yang terbuat dari air nira pohon aren juga banyak digunakan oleh para pedagang takjil. Beragam kue dan minuman takjil memanfaatkan gula aren sebagai bahan pemanis agar cita rasanya tetap asli dan lebih nikmat.
Riti, penjual takjil Ramadhan dari Kecamatan Kelam Tengah, membenarkan bahwa kebutuhannya terhadap gula merah meningkat selama bulan puasa. “Biasanya kalau bulan puasa, banyak yang suka takjil yang bercita rasa manis, seperti kolak, lepat binti, serabi kuah, dll. Itulah sebabnya saya lebih banyak menggunakan gula merah saat berjualan takjil bulan ramadhan,” tutur Riti.
Menurut Pengrajin, Gula aren asal Kabupaten Kaur tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga dijual ke luar daerah seperti Kota Bengkulu, Palembang, hingga Jakarta. “Alhamdulillah, Pelanggan kami tak pernah sepi, selain untuk konsumsi lokal, banyak penjual gula membeli dalam skala besar untuk dijual lagi ke luar daerah," tutur Tawan saat sesi wawancara bersama rri.co.id.
Menurutnya, karena permintaan yang tinggi, gula merah selalu habis terjual setiap kali selesai diproduksi. Dalam sehari, Tawan mampu memproduksi sekitar 20 buah gula merah pada hari biasa, dan jumlah tersebut meningkat saat Ramadan, dengan harga per buah berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 tergantung ukuran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....