Beberapa Jenis Kopi di Dunia
- 27 Feb 2026 21:19 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Bagi pecinta kopi sebaiknya mengetahui ada beberapa jenis kopi yang bisa dinikmati supaya bisa menambah citarasa kopi dari berbagai daerah, maupun berbagai negara. Varietas kopi merujuk kepada subspesies kopi.
Biji kopi dari dua tempat yang berbeda biasanya juga memiliki karakter yang berbeda, baik dari aroma (dari aroma jeruk sampai aroma tanah), kandungan kafeinnya, rasa dan tingkat keasaman.
Ciri-ciri ini tergantung pada tempat tumbuhan kopi itu tumbuh, proses produksi dan perbedaan genetika subspesies kopi. Kopi dari spesies arabica memiliki rasa yang kaya daripada robusta.
Kopi arabika memiliki banyak varietas. Tiap varietas memiliki ciri yang unik. Diambil dari Wikipedia berikut disajikan beberapa varietas yang terkenal meliputi
Kopi Kolombia (Colombian coffee).
Pertama kali diperkenalkan di Kolombia pada awal tahun 1800. Saat ini kultivar Maragogype, Caturra, Typica dan Bourbon ditanam di negeri ini. Jika langsung digoreng, kopi Kolombia memiliki rasa dan aroma yang kuat. Kolombia adalah penghasil kopi kedua terbesar di dunia setelah Brasilia. Sekitar 12% kopi di dunia dihasilkan di negara ini.
Colombian Milds. Varietas ini termasuk kopi dari Kolombia, Kenya dan Tanzania. Semuanya adalah jenis kopi arabica yang telah dicuci. Colombian Milds, varietas ini termasuk kopi dari Kolombia, Kenya dan Tanzania. Semuanya adalah jenis kopi arabica yang telah dicuci.
Kopi di Indonesia
Kopi yang tumbuh di Indonesia, pada dasarnya hanya terdiri atas tiga macam, yaitu biji kopi arabika, biji kopi robusta, dan biji kopi liberika. Kopi Indonesia, yaitu kopi yang dibudidayakan dan diekspor dari Indonesia, saat ini menempati peringkat keempat terbesar di dunia dari segi hasil produksi sebanyak 648.000 ton, setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.
Kopi di Indonesia memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangat cocok difungsikan sebagai lahan perkebunan kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.
Masyarakat Indonesia sendiri suka mengkonsumsi kopi dalam berbagai keadaan. Maka dari itu produksi kopi di Indonesia terbilang cukup tinggi karena permintaan tidak hanya dari lokal saja melainkan wisatawan mancanegara yang sedang berada di Indonesia juga tertarik untuk mengimpor kopi dari Indonesia karena kekhasan dari ekstrak biji kopi tiap daerah yang berbeda baik dari tingkat keasamannya.
Kopi arabika
sebagai spesies kopi pertama yang dibudidayakan, dan merupakan kultivar dominan, mewakili sekitar 60% dari produksi kopi global. Kopi arabika (Coffea arabica), juga dikenal sebagai kopi arab, kopi semak arab, atau kopi gunung, adalah spesies dari genus kopi.
Spesies ini diyakini sebagai spesies kopi pertama yang dibudidayakan, dan merupakan kultivar dominan, mewakili sekitar 60% dari produksi kopi global.Jenis kopi lain yang banyak dibudidayakan adalah kopi robusta (C. canephora) kopi ini kurang asam, lebih pahit, dan lebih berkafein tinggi dibanding kopi arabika. Kopi arabika berasal dari Ethiopia. Kopi ini tercatat pertama kali dibudidayakan di Yaman, dan didokumentasikan pada abad ke-12. Coffea arabica disebut بُنّ (būnn) dalam bahasa Arab, yang diambil dari bahasa Oromo "Buna".
Kopi liberika
Kopi liberika adalah jenis kopi yang berasal dari Liberia, dan Afrika Barat, sekaligus menjadi asal-usul nama kopi ini. Kopi liberika tumbuh secara liar di daerah Afrika yang meliputi Angola, Benin, Kamerun, Afrika Tengah, Kongo, Pantai Gading, Gabon, Gana, Guinea, Liberia, Nigeria, Sao Tomé, Sierra Leone, Sudan, hingga Uganda.
Kopi ini dapat tumbuh setinggi 9 meter dari tanah. Pada abad-19, jenis kopi ini didatangkan ke Indonesia untuk menggantikan kopi arabika yang terserang oleh hama dan penyakit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....