Ngantat Tanci: Simbol Komitmen dan Kehormatan Adat Serawai

  • 28 Jan 2026 12:14 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Setelah melewati tahap Meriksau Rasanan, prosesi berikutnya yang tak kalah meriah dalam adat suku Serawai adalah Ngantat Tanci. Jika sebelumnya adalah tahap "perundingan", maka Ngantat Tanci adalah tahap "pembuktian" dan peresmian kesepakatan.

Ngantat Tanci (mengantar tanda/janji) adalah prosesi di mana pihak calon mempelai pria datang secara resmi ke rumah calon mempelai wanita untuk menyerahkan syarat-syarat adat yang telah disepakati sebelumnya. Acara ini merupakan bentuk pengukuhan bahwa kedua belah pihak kini telah terikat secara hukum adat.

1. Apa Saja yang Diantar?

Barang-barang yang dibawa dalam prosesi ini biasanya disebut dengan "Tanci", yang mencakup:

• Mas Kawin & Pesebe: Penyerahan uang belanja atau mahar yang sudah disepakati saat Meriksau Rasanan.

• Barang Seserahan: Pakaian, perlengkapan ibadah, hingga perhiasan untuk calon pengantin wanita.

• Bahan Makanan: Seringkali membawa beras, kelapa, atau hewan ternak sebagai simbol bantuan untuk persiapan kenduri (bimbang).

• Sirih Pinang: Sebagai pembuka kata dan simbol penghormatan kepada para tetua adat.

2. Prosesi Berbalas Pantun

Keunikan dari Ngantat Tanci adalah komunikasi yang dilakukan melalui seni Berbalas Pantun atau Tembang.

Pihak pria tidak langsung menyerahkan barang, melainkan menyampaikan maksud melalui kiasan-kiasan yang indah.

Pihak wanita akan membalas dengan nada yang sama, menguji kesantunan dan kecakapan utusan pihak pria.

3. Kehadiran Tokoh Adat

Prosesi ini wajib dihadiri oleh perangkat adat seperti Imam dan Ketua Adat. Mereka bertindak sebagai saksi hidup bahwa syarat-syarat telah terpenuhi. Jika semua sudah sesuai, maka status kedua calon mempelai sudah "terkunci" atau tidak boleh lagi diganggu oleh pihak lain.

4. Makna Sosial bagi Masyarakat

• Resmi secara Sosial: Masyarakat sekitar menjadi tahu bahwa si gadis sudah dipinang secara resmi.

• Tanggung Jawab: Menunjukkan kemampuan pihak pria dalam menafkahi dan menghargai keluarga wanita.

• Gotong Royong: Melibatkan keluarga besar dan tetangga dalam menyukseskan acara, memperkuat ikatan kekerabatan.

Tradisi ini membuktikan betapa suku Serawai sangat menjunjung tinggi tata krama dan musyawarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....