Aturan Baru 25 Detik Diterapkan di Olahraga Badminton
- 26 Jan 2026 08:00 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan : Kalau anda pecinta bulutangkis, anda harus tahu ada aturan baru dalam dunia perbulutangkisan dunia. Aturan tersebuat yakni tentang waktu servis badminton terbaru.
Badminton World Federation (BWF) menetapkan batas maksimal 25 detik setelah reli berakhir untuk melakukan servis berikutnya. Pemain diperbolehkan minum tanpa izin wasit dalam jangka waktu tersebut, namun tidak boleh memperlambat permainan. Servis harus dilakukan dalam satu gerakan berkesinambungan dan tidak boleh sengaja menunda permainan.
Berikut adalah detail aturan waktu dan pelaksanaan servis badminton:
1. Batas Waktu (25 Detik): Pemain harus melakukan servis dalam waktu 25 detik setelah reli selesai. Melampaui batas ini dapat mengakibatkan teguran atau kartu dari wasit.
2. Kecepatan dan Kontinuitas: Saat servis dimulai (ayunan raket ke belakang), gerakan harus maju terus-menerus tanpa terhenti.
3. Posisi Kaki dan Kok: Kedua kaki pelayan (server) dan penerima (receiver) harus menyentuh lantai (diam) saat servis dilakukan. Kok harus dipukul di bawah 1,15 meter dari permukaan lapangan.
4. Posisi Servis: Berdasarkan skor (genap-kanan, ganjil-kiri) dan dilakukan secara diagonal.
5. Larangan: Tidak boleh memperlambat tempo permainan secara sengaja, dan tidak boleh melakukan gerakan berpura-pura (feinting).
6. Penerima servis yang mengulur waktu atau server yang terlalu lambat akan dikenakan pelanggaran (fault).
Aturan waktu servis bulu tangkis (Time Clock 25 detik) pertama kali diuji coba secara resmi di Indonesia dalam gelaran Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Berikut adalah detail mengenai aturan baru tersebut:
1. Waktu Pemberlakuan: Turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026, yang diadakan pada bulan Januari 2026.
2. Isi Aturan: Pemain yang bertugas melakukan servis tidak boleh melebihi ambang batas waktu maksimal 25 detik setelah reli sebelumnya selesai.
Tujuan dari BWF menerapkan aturan ini untuk mempercepat ritme permainan, meningkatkan konsistensi penegakan aturan (continuous play), dan mengurangi penundaan waktu di antara reli. Mekanisme dari Time Clock 25 detik ditampilkan secara langsung, dan jika pemain melebihi batas, mereka akan terkena penalti. Meskipun aturan ini diuji coba di Indonesia Masters 2026, aturan tinggi servis tetap 1,15 meter yang mulai diperkenalkan BWF pada tahun 2018 adalah aturan teknis servis yang berbeda dengan aturan batas waktu 25 detik (time clock) di atas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....