Kenapa Cabai Memiliki Rasa Pedas?
- 21 Jan 2026 09:34 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Cabai dikenal sebagai bahan makanan yang memberikan sensasi pedas pada masakan. Rasa pedas inilah yang membuat banyak orang ketagihan, meski bagi sebagian lainnya justru terasa menyiksa. Lalu, sebenarnya apa yang membuat cabai terasa pedas?
Rasa pedas pada cabai berasal dari senyawa kimia bernama capsaicin. Senyawa ini terdapat terutama pada bagian putih di dalam cabai dan di sekitar bijinya. Capsaicin bukanlah rasa seperti manis atau asin, melainkan zat yang merangsang saraf di lidah dan mulut.
Capsaicin bekerja dengan mengaktifkan reseptor panas pada tubuh, yaitu TRPV1. Reseptor ini biasanya bereaksi terhadap suhu panas atau rasa terbakar. Ketika capsaicin menyentuh lidah, otak menerima sinyal seolah-olah mulut sedang terkena panas, sehingga timbul sensasi terbakar yang dikenal sebagai rasa pedas.
Tingkat kepedasan cabai berbeda-beda tergantung kandungan capsaicinnya. Cabai rawit memiliki kadar capsaicin lebih tinggi dibandingkan cabai merah besar, sehingga rasanya jauh lebih pedas. Semakin tinggi kandungan capsaicin, semakin kuat sensasi pedas yang dirasakan.
Reaksi tubuh terhadap pedas juga cukup beragam. Saat makan cabai, tubuh bisa berkeringat, wajah memerah, hingga hidung berair. Hal ini merupakan respon alami tubuh untuk menurunkan sensasi panas yang dirasakan.
Menariknya, capsaicin tidak larut dalam air. Oleh karena itu, minum air putih sering kali tidak efektif meredakan pedas. Sebaliknya, susu atau makanan berlemak lebih membantu karena dapat melarutkan capsaicin dan mengurangi sensasi terbakar.
Dengan demikian, rasa pedas pada cabai bukanlah rasa sebenarnya, melainkan hasil reaksi antara capsaicin dan sistem saraf tubuh. Meski terasa panas, cabai tetap menjadi favorit karena mampu menambah cita rasa dan sensasi pada berbagai hidangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....