Ekspor Benih Lobster, Kaur Sumbang Miliaran ke Negara
- 05 Mar 2025 17:26 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan: Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menunjukkan potensi besar dalam sektor perikanan, khususnya ekspor benih lobster. Dari November 2024 hingga Februari 2025, daerah ini telah mengekspor lebih dari 2 juta ekor baby lobster melalui skema resmi yang dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU). Dengan tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp4.000 per ekor, ekspor ini telah menyumbang Rp8 miliar ke kas negara.
Menurut Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kaur, Roby Antomi, potensi ekspor ini bisa meningkat pesat jika dikelola dengan baik.
| Baca juga: Petani Mulai Lega, Harga TBS Berangsur Naik |
"Saat ini, kami melihat peluang besar bagi Kabupaten Kaur untuk menjadi salah satu pusat utama ekspor benih lobster di Indonesia. Jika ekspor bisa dimaksimalkan hingga 20 juta ekor per tahun, maka pemasukan negara dari sektor ini bisa mencapai Rp80 miliar," ungkap Roby.
Saat ini, terdapat 10 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan 3 koperasi yang mendapatkan kuota penjualan dari BLU. Namun, hanya dua koperasi yang aktif, yaitu Koperasi Ratu Kaur Bahari di Desa Linau dan Koperasi Bahari Kencana di Desa Pasar Lama.
"Kami terus mendorong para pengusaha untuk menjual melalui BLU agar transaksi lebih transparan dan memberikan manfaat ekonomi bagi negara serta daerah," tambah Roby.
Selain itu, Kabupaten Kaur juga berpeluang mendapatkan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat, yang akan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun lalu, DBH sektor perikanan yang diterima Kabupaten Kaur mencapai Rp1,1 miliar, angka yang bisa meningkat jika ekspor tetap berjalan sesuai aturan.
Roby juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi guna menghindari perdagangan ilegal.
"Kami berharap seluruh pengusaha perikanan, terutama usaha benih lobster, patuh terhadap regulasi dan menjual melalui jalur resmi. Ini bukan hanya untuk menghindari perdagangan ilegal, tetapi juga memastikan setiap transaksi memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah," jelasnya.
Dengan potensi besar ini, peran pemerintah dalam mengawasi dan membina pelaku usaha menjadi kunci utama keberlanjutan industri benih lobster. Jika dikelola dengan baik, Kabupaten Kaur bisa menjadi salah satu pusat utama ekspor benih lobster di Indonesia, yang tidak hanya menguntungkan negara tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....