Pinjaman Online Jadi Opsi dalam Kondisi Keuangan Mendesak
- 25 Jan 2025 22:48 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan : Dalam era digital dan globalisasi, perilaku masyarakat ketika menabung dan mengelola keuangan pribadi menjadi semakin dinamis. Akses yang mudah ke berbagai produk keuangan serta melimpahnya informasi menjadikan kebiasaan finansial terus berkembang.
Ketika menghadapi kondisi keuangan yang mendesak, seperti kebutuhan mendadak atau pengeluaran tak terduga, masyarakat mengambil berbagai langkah untuk menyiasatinya. opsi yang paling banyak dipilih adalah melakukan penghematan, pembatasan keuangan dan peminjaman online, Langkah ini mencerminkan usaha masyarakat untuk memaksimalkan sumber daya yang ada tanpa perlu menambah beban utang.
Melansir dari situs goodstats.id Dari hasil survei, terlihat beberapa platform pinjaman yang paling banyak dipilih. Kredivo menjadi platform pinjaman online yang paling banyak digunakan, dengan persentase 25%. Platform ini menawarkan kemudahan akses dan kenyamanan, menjadikannya pilihan utama bagi banyak pengguna.
Di posisi kedua ada Akulaku yang dipilih oleh 19% responden. Seperti Kredivo, Akulaku juga dikenal dengan kemudahan akses dan fleksibilitas dalam memberikan pinjaman kepada penggunanya. Keduanya menawarkan berbagai layanan yang memudahkan masyarakat mengakses dana cepat tanpa proses yang rumit.
Selain dua platform utama tersebut, ada beberapa platform pinjaman online lain yang dipilih oleh sebagian kecil responden. Kredit Pintar dipilih oleh 7,5% responden, sedangkan S Pinjam dan Modalku masing-masing dipilih oleh 5,2% dan 2,3% responden. Pilihan-pilihan ini menunjukkan bahwa meski Kredivo dan Akulaku mendominasi, masih banyak alternatif layanan yang digunakan oleh masyarakat dalam situasi mendesak.
Langkah-Langkah Hadapi Kondisi Keuangan Mendesak
Selain meminjam uang melalui platform online, sebagian besar responden juga mengambil langkah lain untuk mengatasi situasi keuangan yang mendesak. Sebanyak 31,3% responden memilih untuk menghemat dan 26% memilih untuk tidak memaksakan pengeluaran. Langkah-langkah ini menunjukkan adanya kesadaran masyarakat untuk mengelola pengeluaran secara lebih bijaksana, meskipun tidak jarang mereka juga mencari alternatif pembiayaan tambahan melalui pinjaman.
Survei juga mencatat bahwa 15,2% responden memilih untuk meminjam uang secara online, sementara 12,2% lainnya lebih memilih untuk meminjam uang melalui layanan perbankan. Pinjaman dari kerabat atau teman juga menjadi pilihan, meskipun persentasenya lebih kecil.