Sering Dikira Sakura Jepang, Ini Asal-usul Tabebuya yang Viral di Kalimantan Timur

  • 06 Okt 2026 10:59 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemandangan indah berhiaskan bunga-bunga bermekaran yang menyerupai sakura Jepang mendadak viral dan mencuri perhatian masyarakat di Kalimantan Timur. Tanaman cantik yang menghiasi sudut-sudut kota tersebut sebenarnya bukanlah sakura asli, melainkan pohon tabebuya.

Masyarakat sering kali terkecoh dan menganggap tanaman ini sebagai sakura karena warna kelopaknya yang didominasi merah muda dan putih. Bentuk mahkota bunganya yang rimbun dan mekar secara serentak semakin memperkuat ilusi visual mirip lanskap musim semi di Jepang.

Secara botanis, tabebuya berasal dari kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan, terutama wilayah Brasil. Tanaman berbunga indah ini masuk dalam famili Bignoniaceae dan secara taksonomi tidak terikat langsung dengan spesies sakura Asia.

Pemerintah daerah di Kalimantan Timur sengaja memilih pohon ini karena ketahanannya yang tinggi terhadap cuaca panas tropis. Selain itu, sistem perakarannya tergolong ramah lingkungan karena tidak merusak struktur jalan maupun trotoar perkotaan.

Fenomena mekar sempurna bunga tabebuya umumnya terjadi pada fase peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Saat periode ini tiba, sebagian besar daunnya akan gugur dan menyisakan hamparan warna-warni yang sangat memikat mata.

Keindahan momen langka tersebut mendorong warga lokal berbondong-bondong memadati lokasi penanaman untuk berswafoto. Dokumentasi visual berupa foto dan video pendek pun dengan cepat membanjiri berbagai lini masa media sosial.

Pohon yang memiliki nama genus Handroanthus ini hadir dalam beberapa varian warna kelopak, mulai dari merah muda, kuning, putih, hingga ungu. Kepopuleran varian berwarna merah muda menjadi alasan utama mengapa masyarakat kerap menyamakannya dengan sakura.

Meskipun sering disalahartikan sebagai tanaman khas Negeri Sakura, tabebuya kini sukses menjadi ikon keindahan baru di Kalimantan Timur. Kehadirannya terbukti mampu mempercantik tata kota sekaligus menghadirkan ruang publik yang menyejukkan bagi warga sekitar.

Sumber: Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....