Mengenal Asal Usul Lontong, Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu
- 28 Mei 2026 17:39 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan: Lontong menjadi salah satu makanan tradisional yang sangat akrab di tengah masyarakat Indonesia. Hidangan berbahan dasar beras ini kerap hadir dalam berbagai kesempatan, mulai dari sarapan hingga perayaan hari besar.
Secara umum, lontong dipercaya berasal dari tradisi masyarakat Jawa. Makanan ini muncul sebagai bentuk olahan beras yang praktis, tahan lama, dan mudah dibawa saat bepergian.
Nama “lontong” sendiri diyakini berasal dari budaya Jawa. Ada yang mengaitkannya dengan istilah dalam tradisi Jawa kuno, meski asal katanya belum memiliki catatan pasti.
Salah satu cerita populer tentang lontong berkaitan dengan Sunan Kalijaga. Dalam tradisi masyarakat Jawa, lontong sering dikaitkan dengan dakwah beliau pada masa penyebaran Islam di Pulau Jawa.
Konon, Sunan Kalijaga memperkenalkan lontong sebagai simbol kebersamaan dan kesederhanaan saat perayaan Lebaran. Lontong kemudian menjadi sajian khas yang disantap bersama keluarga.
Selain itu, ada filosofi menarik di balik lontong. Sebagian masyarakat mengaitkan kata “lontong” dengan singkatan “olohe wong kang kothong” yang bermakna pengakuan atas kesalahan dan ajakan untuk saling memaafkan.
Seiring waktu, lontong menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Setiap daerah memiliki cara penyajian yang berbeda-beda sesuai kuliner khas setempat.
Di Jawa, lontong sering disajikan bersama sayur lodeh atau opor ayam. Di Sumatera, lontong kerap dipadukan dengan gulai dan sate.
Kepraktisan dan cita rasanya membuat Lontong tetap bertahan hingga sekarang. Dari makanan tradisional sederhana, lontong kini menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....