Alasan Kurang Tidur Dapat Memicu Berat Badan Naik

  • 20 Sep 2026 10:30 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh terasa lelah pada keesokan harinya, tetapi juga dapat berkaitan dengan perubahan nafsu makan dan berat badan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek berhubungan dengan meningkatnya risiko kelebihan berat badan dan obesitas, meski faktor lain seperti pola makan dan aktivitas fisik juga turut berperan.

Salah satu penjelasannya berkaitan dengan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, yakni ghrelin dan leptin. Kementerian Kesehatan RI menyebut, kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan serta mendorong kecenderungan memilih makanan tinggi kalori, gula, dan lemak, karena kurang tidur dapat memengaruhi keseimbangan kedua hormon tersebut.

Ghrelin dikenal sebagai hormon yang merangsang rasa lapar, sedangkan leptin berperan dalam memberikan sinyal kenyang kepada tubuh. Penelitian pada manusia menemukan bahwa pembatasan waktu tidur dapat meningkatkan ghrelin dan dalam sejumlah penelitian berkaitan dengan perubahan leptin, sehingga rasa lapar dan keinginan makan dapat meningkat.

Waktu terjaga yang lebih panjang juga dapat memberikan lebih banyak kesempatan untuk makan, terutama pada malam hari. Dalam sebuah penelitian terkontrol, peserta yang mengalami kurang tidur mengonsumsi energi lebih banyak, termasuk makanan setelah waktu makan malam, dan mengalami kenaikan berat badan selama periode penelitian.

Kurang tidur juga dapat memengaruhi pilihan makanan, dengan penelitian eksperimental menunjukkan adanya peningkatan rasa lapar dan keinginan terhadap makanan tertentu yang tinggi karbohidrat atau energi. Kondisi tersebut dapat membuat asupan kalori melebihi kebutuhan tubuh apabila berlangsung secara berulang dan tidak diimbangi dengan pengeluaran energi yang memadai.

Untuk membantu menjaga berat badan, masyarakat perlu menjadikan tidur yang cukup sebagai bagian dari pola hidup sehat, selain mengatur asupan makanan dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Kementerian Kesehatan RI menyebut kebutuhan tidur orang dewasa umumnya sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam sebagai salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan metabolik.

Dengan demikian, menjaga kualitas dan durasi tidur tidak hanya penting untuk memulihkan energi, tetapi juga dapat membantu mengendalikan pola makan dan menjaga keseimbangan metabolisme. Jika mengalami gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan kesehatan lainnya, masyarakat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Sumber utama: Kementerian Kesehatan RI serta publikasi penelitian yang tersedia melalui PubMed/NIH dan PubMed Central.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....