Memahami Perbedaan Mendasar Olahraga Low Impact dan Low Intensity
- 31 Agt 2026 05:55 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Sering kali masyarakat menganggap bahwa olahraga low impact dan low intensity adalah dua hal yang sama. Padahal, kedua istilah kebugaran ini merujuk pada metrik pengukuran yang sangat berbeda pada tubuh.
Olahraga low impact secara spesifik berkaitan dengan seberapa kecil tekanan mekanis atau benturan yang diterima oleh persendian tubuh. Sementara itu, low intensity mengacu pada rendahnya tingkat detak jantung dan upaya kardiovaskular yang dikeluarkan selama berolahraga.
Fokus Utama: Benturan versus Detak Jantung
Pada aktivitas low impact, setidaknya satu kaki Anda akan selalu bersentuhan dengan lantai atau peralatan olahraga. Contoh olahraga tanpa benturan keras ini meliputi berenang, bersepeda, dan menggunakan mesin elips di pusat kebugaran.
| Baca juga: Hamster dan Tikus, Mirip tapi Tidak Sama |
Sebaliknya, latihan low intensity adalah aktivitas yang menjaga detak jantung Anda berada di kisaran ringan dari denyut nadi maksimal. Aktivitas santai seperti berjalan kaki santai di taman atau peregangan ringan masuk ke dalam kategori intensitas rendah ini.
Kombinasi Silang Antara Impact dan Intensity
Sebuah olahraga bisa saja berstatus low impact namun tetap memiliki intensitas kardiovaskular yang sangat tinggi. Misalnya, Anda bisa mengayuh sepeda statis dengan beban berat hingga membuat napas terengah-engah tanpa membebani sendi lutut sama sekali.
Di sisi lain, ada juga aktivitas yang memberi benturan pada sendi tetapi sengaja dilakukan dengan intensitas yang rendah. Contohnya adalah melompat-lompat kecil secara santai yang membebani sendi namun tidak memacu kerja jantung Anda terlalu keras.
| Baca juga: Cara Sehat Mengendalikan Emosi |
Manfaat dan Pemilihan Jenis Olahraga yang Tepat
Olahraga low impact sangat disarankan bagi individu yang sedang dalam masa pemulihan cedera, lanjut usia, atau penderita obesitas. Latihan ini memungkinkan mereka membangun kekuatan otot tanpa memberikan tekanan berlebih atau memperparah kondisi persendian tubuh.
Sementara itu, latihan low intensity sangat cocok dijadikan sebagai rutinitas pemulihan aktif setelah Anda melewati hari latihan yang berat. Memahami dan menggabungkan kedua konsep ini secara tepat akan menciptakan program kebugaran yang aman, seimbang, serta berkelanjutan.
Sumber
- American Council on Exercise (ACE) - The Difference Between High-Impact and High-Intensity
- Harvard Medical School (Harvard Health Publishing) - The benefits of low-impact workouts
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....