Mengenal Istilah "Salah Bantal", Penyebab Leher Kaku saat Bangun Tidur

  • 28 Jul 2026 07:30 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Banyak orang mengeluhkan leher terasa kaku atau nyeri ketika bangun tidur dan menyebutnya sebagai "salah bantal". Meski istilah ini populer di masyarakat, kondisi tersebut sebenarnya bukan semata-mata disebabkan oleh jenis bantal yang digunakan.

Dalam dunia medis, keluhan yang dikenal sebagai salah bantal umumnya terjadi akibat otot atau ligamen leher mengalami ketegangan. Kondisi ini dapat dipicu oleh posisi tidur yang kurang tepat, gerakan leher yang tiba-tiba saat tidur, atau penggunaan bantal yang tidak menopang leher dengan baik.

Gejala yang paling sering dirasakan adalah nyeri pada leher, sulit menoleh ke kanan atau kiri, serta rasa pegal yang dapat menjalar hingga bahu. Pada sebagian orang, keluhan ini biasanya membaik dalam beberapa hari dengan perawatan sederhana di rumah.

Dokter menyarankan penderita mengistirahatkan leher, melakukan peregangan ringan, dan mengompres area yang nyeri menggunakan kompres hangat. Jika diperlukan, obat pereda nyeri dapat digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Untuk mencegah salah bantal, masyarakat dianjurkan memilih bantal yang mampu menopang kepala dan leher dalam posisi netral. Selain itu, menjaga postur tubuh saat bekerja dan menghindari posisi menunduk terlalu lama juga dapat membantu mengurangi risiko ketegangan otot leher.

Apabila nyeri leher tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, disertai demam, mati rasa, kelemahan pada lengan, atau terjadi setelah kecelakaan, penderita sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan lain yang lebih serius pada tulang, saraf, maupun otot leher.

Menjaga kualitas tidur, menggunakan alas tidur yang nyaman, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin menjadi langkah sederhana untuk memelihara kesehatan otot dan sendi. Dengan memahami penyebab sebenarnya dari istilah salah bantal, masyarakat diharapkan dapat melakukan penanganan yang tepat dan tidak mengabaikan gejala yang memerlukan pemeriksaan medis.

Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tentang pentingnya menjaga kesehatan otot dan sendi, serta Mayo Clinic mengenai penyebab, gejala, dan penanganan nyeri leher (neck pain).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....