Proyek Rekonstruksi Genetik Harimau Tasmania Memasuki Babak Baru
- 19 Sep 2026 08:59 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Harimau Tasmania atau thylacine merupakan spesies marsupial karnivora terbesar di era modern yang berasal dari kepulauan Australia. Hewan predator puncak ini dinyatakan punah sepenuhnya pada tahun 1936 setelah individu terakhir mati di Kebun Binatang Beaumaris, Hobart.
Perburuan masif oleh pemukim Eropa menjadi penyebab utama kepunahan akibat anggapan salah bahwa satwa ini pemangsa ternak. Selain pola garis di punggungnya, hewan unik ini memiliki kantong perut serta struktur rahang yang mampu menganga sangat lebar.
Terobosan Rekonstruksi Genom Berkualitas Tinggi
Para ilmuwan dari University of Melbourne dan Colossal Biosciences berhasil merangkai genom lengkap harimau Tasmania dari spesimen museum. Keberhasilan isolasi molekul RNA purba dari jaringan kepala terawetkan memberikan wawasan mendalam mengenai aktivitas gen biologis satwa tersebut.
Penemuan genetik bernilai tinggi ini membuka jalan ilmiah untuk merekayasa sel hidup yang sangat mirip dengan DNA asli sang predator. Kemajuan teknologi penyuntingan gen berskala besar kini mempercepat proses pemetaan cetak biru biologis spesies yang telah lenyap tersebut.
Teknologi Reproduksi dan Inang Pengganti
Tim peneliti memanfaatkan marsupial kecil bernama dunnart berekor gemuk sebagai kerabat terdekat untuk memfasilitasi proses rekayasa sel. Ukuran bayi harimau Tasmania yang baru lahir sangat kecil sehingga dunnart diperkirakan mampu melahirkan embrio hasil suntingan genetik tersebut.
Metode pengembangan jaringan buatan dan stimulasi ovulasi terus disempurnakan demi mendukung proses pembuahan serta pertumbuhan embrio. Para ilmuwan menargetkan individu harimau Tasmania hidup pertama dapat dihadirkan kembali sebelum peringatan satu abad kepunahannya.
Dampak Ekologis dan Implikasi Konservasi
Pengembalian thylacine ke ekosistem Tasmania bertujuan untuk memulihkan keseimbangan rantai makanan yang rusak akibat hilangnya predator puncak.Riset de-extinction ini juga menghasilkan perangkat teknologi yang berguna untuk melindungi satwa marsupial lain dari ancaman kepunahan modern.
Meskipun proyek ini memicu perdebatan etis di kalangan akademisi, komitmen pendanaan dan teknologi biologis terus mendorong realisasi program konservasi radikal ini. Keberhasilan proyek ini dapat menandai sejarah baru dalam upaya manusia memperbaiki kesalahan masa lalu terhadap keanekaragaman hayati.
Sumber
- University of Melbourne (TIGRR Lab) & Colossal Biosciences — Thylacine De-Extinction Project Research & Progress Reports.
- SBS News / BBC World / IDN Times — Laporan Perkembangan Rekonstruksi Genom dan De-Extinction Thylacine.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....