Kisah Gelap Bawang Putih: Ditolak Raja, tapi Disembah Pembangun Piramida!
- 21 Jul 2026 07:44 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Bawang putih saat ini menjadi salah satu bahan penyedap paling penting yang hampir tidak pernah absen dari berbagai olahan kuliner dunia. Namun, ribuan tahun lalu, bahan dapur ini memiliki kedudukan sosial yang sangat berbeda dan jauh dari kata mewah.
Pada masa Mesir Kuno, bawang putih merupakan makanan pokok yang dibagikan secara rutin kepada para pekerja kasar dan budak pembangun piramida. Para penguasa memberikan umbi ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga stamina buruh agar tetap kuat bekerja.
| Baca juga: Resep Sederhana Kentang Mustofa |
Catatan sejarah bahkan merekam bahwa pasokan bawang putih sempat memicu salah satu aksi mogok kerja pertama di dunia ketika jatah harian para pekerja ini terlambat diberikan. Di sisi lain, aromanya yang sangat tajam membuat kaum bangsawan dan pendeta pada era antik kerap menghindari konsumsinya dalam acara-acara formal.
Memasuki era Yunani dan Romawi Kuno, khasiat fisik bawang putih terus dimanfaatkan untuk menunjang kekuatan prajurit perang hingga para atlet Olimpiade. Selain dijadikan penambah tenaga, masyarakat kuno juga mulai menggunakannya sebagai obat herbal untuk menyembuhkan luka dan infeksi.
Persepsi terhadap bawang putih perlahan mulai bergeser seiring meluasnya jalur perdagangan dunia dan ditemukannya berbagai teknik memasak baru. Dapur-dapur di wilayah Mediterania dan Asia mulai memadukan rasa gurih khas bawang putih ke dalam masakan sehari-hari.
Ilmu pengetahuan modern kemudian membuktikan bahwa kandungan senyawa aktif allicin di dalamnya memberikan manfaat kesehatan yang nyata, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga menangkal radikal bebas. Penemuan ini makin memperkuat alasan mengapa tanaman ini tetap bertahan dan terus dibudidayakan selama ribuan tahun.
Kini, rasa umami alami dan aroma menggugah selera dari bawang putih telah menjadi fondasi utama dalam lanskap gastronomi global modern. Perjalanannya dari piring para pembangun piramida hingga ke restoran bintang lima membuktikan bagaimana bahan sederhana ini mampu melintasi batas zaman dan kelas sosial.
Sumber
- Herodotus (Histories) & Papirus Ebers (c. 1500 SM): Catatan sejarah mengenai jatah makanan pekerja piramida Khufu di Mesir Kuno serta penggunaan bawang putih sebagai obat tradisional.
- Karya Plinius yang Tua (Historia Naturalis): Catatan mengenai penggunaan bawang putih oleh tentara Romawi serta pandangan sosial masyarakat kuno terhadap aromanya.
- OpenSIUC / Journal of Ethnobiology (Garlic: A Taste for Health): Studi dokumentasi sejarah evolusi bawang putih dari bahan pangan pekerja/budak hingga manfaat medis modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....