Belajar Manasik Haji Ceria, Anak TK Antusias Ikuti Simulasi Ibadah

  • 07 Mei 2026 18:41 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kegiatan tahunan manasik haji anak usia dini kembali digelar oleh TKIT Al-Marjan Yayasan Ash-Shaff Bengkulu bersama Pusat Kegiatan Guru (PKG) Kecamatan Ratu Agung. Kegiatan tersebut mengusung tema “Belajar Ibadah Haji dengan Ceria dan Bermakna” yang diikuti ratusan anak dari berbagai lembaga pendidikan di Kota Bengkulu.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat karena anak-anak mengenakan pakaian ihram layaknya jamaah haji. Mereka mengikuti rangkaian simulasi ibadah mulai dari miqot, tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, lempar jumrah hingga tahalul dengan pendampingan para guru dan panitia.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai agama dan moral sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan. Selain mengenalkan rukun Islam kelima, anak-anak juga diajarkan tentang disiplin, kesabaran, kebersamaan, dan tata cara ibadah haji secara sederhana.

Kepala sekolah TK IT Almarjan Inggil Kurnia Amd. kL menjelaskan bahwa simulasi manasik haji menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak. Melalui kegiatan tersebut, anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan langsung tahapan ibadah sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.

“Kami ingin menanamkan nilai agama dan akhlak sejak dini melalui praktik langsung, sehingga anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang berkesan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, panitia dibagi sesuai pos kegiatan agar seluruh rangkaian berjalan tertib dan lancar. Pos miqot dipandu Sumini Al Jundi dan Tri, tawaf oleh Efi Al Fikri dan Wiwin Mahira, serta sa’i dipandu Yerlis Tunas Harapan bersama Sri Al Fatah.

Sementara itu, pos Arafah dipandu Dani SKB dan Jia Gading, pos jumrah oleh Endang Aisyiyah dan Eka Al-Marjan, serta tahalul dipimpin Yeyen Khairunnisa dan Delta Seruni. Adapun pos dam dipandu Mita Al Khair bersama Kencana Witri 2 yang turut membantu anak-anak memahami makna berbagi dan kepedulian.

Sebanyak 12 sekolah turut ambil bagian dalam kegiatan tahunan tersebut, yakni Al-Marjan, Bina Bangsa, Seruni, SKB, Al Jundi, Khairunnisa, Al Fattah, Tunas Harapan, Witri 2, Mahira, Al Khair, dan Gading Cempaka. Kehadiran seluruh sekolah membuat kegiatan berlangsung semarak sekaligus mempererat silaturahmi antar guru, siswa, dan orang tua.

Para guru berharap kegiatan manasik haji ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai media pendidikan karakter berbasis agama. Selain memberikan pengalaman spiritual sejak dini, kegiatan tersebut juga dinilai efektif membangun rasa percaya diri dan kemampuan motorik anak melalui praktik langsung di lapangan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....