Makhluk Paling Tak Terkalahkan di Bumi ternyata Berukuran 1 Milimeter

  • 26 Apr 2026 17:12 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Jika kita berbicara tentang makhluk terkuat di Bumi, pikiran kita mungkin langsung tertuju pada gajah, singel, atau paus biru. Namun, gelar makhluk "paling tangguh" secara teknis justru jatuh kepada organisme mikroskopis yang ukurannya bahkan tidak sampai 1 milimeter: Tardigrada.

Sering dijuluki sebagai "Beruang Air" (Water Bear) karena gerakannya yang lambat dan bentuk tubuhnya yang gempal, makhluk berkaki delapan ini memiliki kemampuan bertahan hidup yang melampaui logika sains konvensional.

Mengapa Mereka Disebut yang Terkuat?

Kekuatan Tardigrada bukan terletak pada kemampuan mengangkat beban, melainkan pada daya tahannya terhadap kondisi ekstrem yang akan membunuh makhluk hidup lain dalam hitungan detik. Berikut adalah beberapa "rekor" ketangguhan mereka:

  • Vakum Ruang Angkasa: Pada tahun 2007, peneliti mengirim Tardigrada ke luar angkasa. Hebatnya, mereka mampu bertahan hidup di kondisi vakum tanpa oksigen dan terpapar radiasi kosmik yang mematikan.
  • Suhu Ekstrem: Mereka tetap hidup meski dibekukan hingga suhu -272°C (hampir mencapai nol mutlak) atau dipanaskan hingga 150°C.
  • Tekanan Luar Biasa: Tardigrada mampu menahan tekanan enam kali lipat lebih besar dari tekanan di bagian terdalam samudra.
  • Tanpa Air Selama Dekade: Jika lingkungan mengering, mereka masuk ke dalam mode hibernasi yang disebut cryptobiosis. Mereka menyusut menjadi bola kecil (tun) dan bisa bertahan hingga 30 tahun tanpa air atau makanan, lalu "hidup kembali" saat terkena air.
Rahasia di Balik Kekuatannya

Rahasia ketangguhan ini terletak pada protein unik yang disebut Dsup (Damage Suppressor). Protein ini melindungi DNA mereka dari kerusakan akibat radiasi. Selain itu, saat kekurangan air, mereka mengganti cairan di dalam sel mereka dengan sejenis gula khusus yang menjaga struktur sel agar tidak hancur.

Pelajaran Bagi Manusia

Para ilmuwan saat ini terus meneliti Tardigrada dengan harapan dapat menerapkan teknologi perlindungan sel mereka untuk kebutuhan manusia, mulai dari menstabilkan vaksin tanpa perlu pendingin, hingga perlindungan bagi astronot yang melakukan perjalanan jauh di luar angkasa.

Meskipun ukuran tubuhnya kecil, Tardigrada membuktikan bahwa kekuatan sejati tidak selalu diukur dari besar otot, melainkan dari kemampuan untuk beradaptasi dan bertahan dalam kondisi yang paling tidak memungkinkan sekalipun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....