Masakan Khas saat Idul Adha
- 25 Apr 2026 00:17 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan- Hari Raya Idul Adha selalu menjadi momen yang dinanti oleh masyarakat Indonesia, bukan hanya karena nilai spiritual ibadah kurban, tetapi juga karena tradisi kulinernya yang kaya. Seiring dengan penyembelihan hewan kurban, dapur-dapur di seluruh penjuru negeri mulai mengepulkan aroma rempah yang khas.
Salah satu menu yang paling ikonik dan hampir selalu ada di meja makan adalah Rendang. Meskipun aslinya berasal dari Sumatera Barat, rendang telah menjadi primadona nasional saat Idul Adha karena kemampuannya menyerap bumbu rempah secara mendalam ke dalam serat daging.
| Baca juga: Iduladha: Resep Membuat Ketupat Pulen |
Tidak kalah populer, Gulai Kambing juga menjadi hidangan wajib yang menyemarakkan suasana hari raya. Masakan berkuah kuning kental ini kaya akan bumbu seperti kunyit, jahe, dan kayu manis yang berfungsi untuk menghilangkan aroma prengus pada daging kambing. Tekstur daging yang empuk berpadu dengan gurihnya santan menjadikan gulai sebagai pendamping sempurna untuk nasi hangat maupun ketupat.
Selain hidangan berkuah santan, Sate menjadi favorit keluarga karena cara pembuatannya yang melibatkan kebersamaan. Tradisi membakar sate bersama-sama di halaman rumah setelah pembagian daging kurban merupakan pemandangan umum yang mempererat keakraban.
| Baca juga: Perintah dan Fadhilah Melaksanakan Qurban |
Bagi mereka yang menginginkan sajian yang lebih ringan, Sop Daging atau Rawon sering kali menjadi pilihan alternatif. Sop daging dengan kuah bening yang segar dan tambahan sayuran seperti wortel dan kentang memberikan keseimbangan di tengah hidangan lain yang berlemak. Sementara itu, Rawon dengan kuah hitam khas dari kluwek memberikan cita rasa unik yang mendalam bagi pecinta kuliner Jawa Timur.
Di beberapa daerah, terdapat pula masakan khas spesifik seperti Tengkleng dari Solo atau Rabeg dari Banten. Tengkleng memanfaatkan tulang-belulang kambing dengan sedikit daging yang menempel, dimasak dalam kuah encer berempah tajam yang sangat nikmat untuk disesap.
Rabeg pun tak kalah menggoda dengan perpaduan rasa manis dan pedas yang terpengaruh dari kuliner Timur Tengah, mencerminkan akulturasi budaya yang kuat. Seluruh ragam kuliner ini bukan sekadar pemuas lapar, melainkan simbol rasa syukur dan berbagi atas berkah hewan kurban yang diterima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....