Memahami Esensi Teguran dalam Diam

  • 08 Jul 2025 19:28 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak: Seni menegur dalam diam bukanlah tentang pasif-agresif atau menghindari masalah. Justru sebaliknya, ini adalah strategi komunikasi yang matang, cerdas, dan penuh pertimbangan. Bayangkan sebuah situasi di mana seseorang ingin menyampaikan ketidaksetujuan atau kekhawatiran terhadap perilaku seseorang.

Reaksi spontan mungkin adalah langsung mengatakannya, kadang dengan emosi yang meledak-ledak. Namun, sering kali pendekatan ini justru berujung pada pertahanan diri, perdebatan, atau bahkan keretakan hubungan.

Teguran dalam diam adalah tentang menciptakan ruang bagi refleksi. Ini tentang memberikan isyarat, memberikan contoh, atau bahkan sekadar mengubah tindakan kita sendiri sebagai respons terhadap perilaku yang tidak sesuai.

Tujuannya adalah agar pihak yang bersangkutan secara mandiri menyadari kesalahannya, tanpa merasa digurui atau diserang. Ini adalah pendekatan yang memprioritaskan pemahaman diri dan pertumbuhan, bukan penghakiman.

Di tengah hiruk pikuk media sosial dan budaya "cancel culture", di mana satu kesalahan kecil bisa langsung diviralkan dan dihujani kritik, seni menegur dalam diam menjadi oase. Perhatikan bagaimana seringkali komentar negatif di media sosial tidak menyelesaikan masalah, bahkan seringkali memperbesar api permusuhan. Di sinilah teguran dalam diam menawarkan alternatif.

Rekomendasi Berita