Dampak Serius dari Sampah Sisa Makanan

  • 22 Apr 2025 21:28 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak: Permasalahan limbah sisa makanan bukan hanya permasalahan lingkungan, tetapi lebih luas berdampak pada aspek ekonomi dan sosial. Survei tahunan yang dilakukan oleh lembaga riset Global Hunger Indeks (GHI) menyebutkan bahwa indeks kelaparan Indonesia berada di posisi 77 dari 127 negara.

Sungguh ironi, di samping produksi sampah sisa makanan yang begitu besar, ternyata sebagian dari masyarakat Indonesia masih kekurangan makanan. Dari empat indikator survei GHI, angka stunting dan kekurangan gizi pada anak usia di bawah lima tahun di Indonesia masih tergolong tinggi. Kedua aspek ini mengindikasi bahwa anak-anak tidak mendapat asupan yang cukup baik selama di dalam kandungan atau pada masa pertumbuhan.

Fenomena di atas sangat jelas menunjukkan adanya ketimpangan pada aspek sosial yang terjadi di Indonesia. Distribusi makanan belum sepenuhnya terjangkau oleh masyarakat.

Melihat fakta lapangan, sering kali sampah sisa makanan dibuang dengan dibungkus plastik rapat-rapat. Tindakan ini malah memperburuk keadaan. Sisa makanan tidak dapat terurai bersama dengan plastik. Sisa makanan yang terperangkap dalam plastik dapat menimbulkan gas metana (CH4) yang berbahaya bagi lingkungan.

Peran aktif masyarakat diperlukan untuk menjalankan sejumlah kebijakan pengolahan sampah sisa makanan terutama yang berasal dari rumah tangga. Memilah sampah berdasarkan kategori adalah langkah awal yang cukup menentukan.

Rekomendasi Berita