Warga Sauyas Rasakan Listrik, PLTMH Siap Dibangun

  • 28 Jul 2025 14:14 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Suasana haru menyelimuti rumah sederhana milik Kristina Mansoben di Kampung Sauyas, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Jumat (25/7). Lampu bohlam yang menyala diterasnya menjadi tanda babak baru dalam kehidupan keluarga ini. Setelah sekian lama hanya ditemani cahaya redup pelita, kini mereka menikmati terang listrik untuk pertama kalinya.

Momen itu terjadi ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara simbolis menekan tombol kWh meter di rumah Kristina. Tepuk tangan warga pun pecah, disertai sorak kegembiraan. Sebuah peristiwa yang mungkin sederhana di kota besar, tetapi di Sauyas, ini adalah mimpi yang jadi nyata.

Mewakili keluarga, sang kakak Herman Anumauw menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran listrik di rumah sang adik. Ia mengaku hal ini sangat diimpikan oleh sang adik bersama keluarganya sejak lama.

“Hari ini begitu terpasang, dia sangat senang. Anak-anak bisa belajar di malam hari dengan terang lampu,” ujar Sonny Herman Amunauw, kakak Kristina, yang mewakili keluarganya menerima bantuan tersebut.

Program ini merupakan bagian dari Light Up The Dream (LUTD) – inisiatif PLN yang melibatkan gotong-royong pegawainya untuk membantu penyambungan listrik gratis bagi keluarga pra-sejahtera. Bagi warga Sauyas, program ini adalah sinar harapan yang lama dinantikan.

Menteri Bahlil menjelaskan, kunjungannya ke Supiori tidak hanya untuk menyalakan listrik di rumah warga, tetapi juga memastikan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) Wabudori 1,2 mega watt yang terbengkalai sejak 2010 lalu, segera dibangun pada 2026 mendatang.

Ia meminta masyarakat Kabupaten Supiori, agar hindari aksi palang memalang lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) Wabudori, sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai waktu yang ditentukan, sehingga masyarakat dapat menikmati litirk selama 24 jam

Bahlil juga menegaskan akan memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti bantuan perumahan bagi warga, pemasangan aliran listrik secara gratis ke rumah warga khusus yang belum menikmati aliran listrik dan sejumlah program lainnya.

“Saya minta satu hal, jangan pada saat teman – teman PLN mau bekerja masyarakat melakukan aksi pemalangan, kalau boleh pak Bupati beri pengertian kepada masyarakat, agar pembangunan PLTM Wabudori ini berjalan lancar dan selesai, dan kehadiran saya di Kabupaten Supiori merupakan komitmen saya kepada bapak bupati atas kunjungannya kepada saya di Jakarta, luar biasa Bupati Supiori adalah anak muda dan punya semangat untuk bangun Supiori dan masyarakatnya,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Bupati Supiori, Heronimus Mansoben, menyambut baik langkah pemerintah ini. Ia menilai kunjungan ini menjadi titik balik penting bagi pembangunan energi di Supiori.

“Kunjungan ini akan memberikan motivasi dan percepatan pembangunan, terutama untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Namun, Bupati juga mengakui tantangan pembangunan di Supiori. Meski kaya akan potensi air, sebagian besar wilayah Supiori merupakan cagar alam, sehingga pengelolaan sumber daya terbatas. Dengan kehadiran PLTMH, diharapkan potensi air bisa dimanfaatkan maksimal tanpa merusak lingkungan.

“Kami memiliki kekuatan SDA yang belum sepenuhnya dioptimalkan karena sebagian besar lahan di Supiori berstatus cagar alam, sehingga pemanfaatannya untuk ekonomi produktif sangat terbatas,” jelasnya.

Hari itu, bukan hanya Kristina dan keluarganya yang bahagia. Kepala Kampung Sauyas, Dorteus Amunauw, pun tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.

“Hari ini saya menyampaikan banyak terima kasih. Pemerintah sudah memberi perhatian. Warga sekarang bisa menikmati terang di rumah mereka,” ucapnya dengan mata berbinar.

Kini, anak-anak Sauyas bisa belajar tanpa takut gelap, dan para ibu bisa beraktivitas lebih nyaman. Cahaya yang menyala di Sauyas bukan sekadar listrik, tetapi simbol harapan, pembangunan, dan masa depan yang lebih baik bagi Papua.

Rekomendasi Berita