Dua Belas Siswa Ikut Program ADEM Resmi Dilepas
- 05 Jul 2025 14:21 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Suara tangisan haru dan pelukan hangat menjadi pemandangan yang mengiringi langkah 12 siswa asal Kabupaten Biak Numfor, yang siap meninggalkan kampung halaman untuk sebuah perjalanan pendidikan yang akan mengubah hidup mereka dengan mengikuti Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).
Program ADEM adalah upaya pemerintah pusat memberikan akses pendidikan bagi siswa-siswa dari wilayah tertinggal, termasuk Papua, untuk bersekolah di provinsi lain di Indonesia. Tahun ini, Kabupaten Biak Numfor kembali mengirim 12 siswanya, setelah melewati proses seleksi ketat sejak bulan Mei lalu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin menjelaskan bahwa 12 siswa ini akan terlebih dahulu diberangkatkan ke Jayapura Provinsi Papua untuk bergabung dengan peserta dari kabupaten/kota lainnya, sebelum kemudian diterbangkan ke Jakarta dan didistribusikan ke berbagai provinsi tujuan.
“Dari Kabupaten Biak Numfor sendiri, anak-anak kita akan tersebar di provinsi Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ada yang masuk ke SMA dan ada pula yang masuk SMK,” ujar Kamaruddin pada Sabtu (5/7/2025)
Disampaikan 12 siswa tersebut terdiri dari Dua siswa berasal dari kepualuan Padaido, satu dari pulau Numfor, dan sembilan lainnya tersebar dari satuan pendidikan yang ada di pulau Biak.
Perpisahan hari itu bukan sekadar melepas anak-anak ke sekolah baru. Ini adalah awal dari perjalanan jauh dari laut yang biru menuju gedung-gedung tinggi di pulau seberang.
Mama Agustina Koibur, orang tua Fransina Wader siswa asal Padaido yang kesehariannya merupakan seorang nelayan. Tak kuasa menahan rasa haru dan bangganya mengantarkan putri tercinta siap menempuh pendidikan di SMKS Mutiara Bangsa Provinsi Jawa Barat.
“Kami sebagai orang tua berusaha mendidik anak kami menjadi orang yang berprestasi di keluarga oleh karena itu kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan SMP Negeri 3 Padaido, kami berpesan buat anak kami pergi melanjutkan proses pendidikan untuk itu jaga diri baik-baik, ingat orang tua dan sekolah dengan baik,” ucap Mama Agustina.
Sementara Fransina Wader kelahiran Biak 13 Desember 2009 yang setiap hari harus berjalan kaki dari kampung Nusibabaruk ke Kampung Nusi untuk ke sekolah
"Terima kasih Tuhan ,saya bisa menjadi penerima manfaat beasiswa ADEM bersama teman-teman lainnya,terima kasih kepada orang tua,bapak ibu guru,"ujar Fransina
Salah satu guru di pulau Padaido, Johan Kristal mengungkapkan rasa syukur,bahagia dan bangga dirasakan guru hingga masyarakat di kepulauan dengan lulusnya siswi melalui program ADEM dan akan melanjutkan pendidikan di tanah Jawa.
“Pesan kami sebagai guru untuk mereka, tetap semangat belajar, kalau 1 sampai 2 minggu awal itu bosan apalagi ke tempat yang baru, tetap bertahan jadilah contoh untuk teman- teman, adik adik di kepulauan bahwa kitong di pulau juga bisa,” ucap Johan
Ketua Komisi III DPRK Biak Numfor , Muhammad Makka Arief turut hadir melepas para siswa. Ia mengapresiasi adanya program ini dan berharap dapat berjalan terus kedepanya.
“Kami dari DPRK Biak Numfor, sangat memberikan apresiasi yang sangat besar kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan atas kerja nyatanya sehingga anak- anak kita ini bisa mendapatkan beasiswa ini dan mampu mengikuti pendidikan di pulau jawa dan Bali,” ucap Makka Arief.
Program ADEM ini mampu membangun jembatan antara pelosok dan pusat. Di balik ransel sederhana, rompi dan baju bersih yang dikenakan, tersimpan impian untuk belajar, untuk bertumbuh, dan untuk suatu hari kembali membawa perubahan.