HKK,Konsep Cafe Ala Jepang Sederhana, Hadir di Biak
- 16 Nov 2025 08:16 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Di salah satu sudut kawasan Biak Numfor, sebuah kedai kopi baru perlahan menarik perhatian, yaitu Hari-Hari Kopi (HHK), yang berada di jalan DS Yan Mamoribo No 54, Mandouw, Samofa, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Ini bukan sekadar kafe, tempat ini tumbuh dari kebiasaan sederhana satu keluarga yang gemar menikmati kopi bersama.
Dari obrolan santai, berkembanglah sebuah konsep yang kini hadir sebagai ruang hangat bernuansa Jepang, dirancang untuk menjadi tempat singgah baru bagi warga Biak yang ingin rehat sejenak dari rutinitas.
Menurut Apriyaza Azhari Arnold,selaku owner, ide awal HHK muncul dari kebiasaan dirinya dan keluarga yang gemar menikmati kopi.
“Awalnya karena saya dan suami sudah minum kopi, anak juga sudah minum kopi. Kami ingin menciptakan tempat sendiri supaya tidak perlu keluar. Dari situ, mulai muncul pembicaraan bersama teman dekat kami, Willy, hingga lahirlah ide membuat kafe ini,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
HHK akhirnya dibangun oleh empat orang, yaitu Aprliyaza selaku owner, Mas Tugu sebagai CEO, head barista willy , dan seorang chef. Mereka merancang konsep dari nol, membagi peran, dan menyusun identitas tempat secara perlahan.
Saat memasuki HHK, pengunjung langsung disambut dominasi cahaya warm light yang lembut, elemen kayu, serta desain interior sederhana ala Jepang. Ini bukan kebetulan.
Konsep "Jepang hangat" adalah ide pribadi Apriyasa yang ia usung .
“Saya ingin ambience yang betul-betul warm, supaya kalau orang WFC atau makan siang, mereka merasa nyaman dan betah,” jelasnya.
Lokasi HHK juga dipilih dengan pertimbangan keamanan dan jarak. Menurut Apriyaza, di Biak, banyak orang enggan menempuh perjalanan jauh ke pusat kota untuk nongkrong malam-malam. HHK hadir untuk mengisi celah itu, menjadi ruang aman, dekat, dan menyenangkan.
“Pokoknya teman-teman jangan lupa mampir di Hari-Hari Kopi. Sesuai hashtag kami.”Temukan Harimu Kembali,” harapannya, setelah nongkrong di sini, orang bisa recharge semangat, dapat experience baru, dan kembali bertenaga untuk bekerja,” ucapnya.
Meski mengusung nama ‘Hari-Hari Kopi’, HHK tidak hanya menjual kopi. Dari awal, tim ingin menyeimbangkan antara minuman dan makanan.
“Kita berusaha supaya makanannya juga ke-highlight, bukan cuma kopinya,” kata Apriyasa.
Saat soft opening ini, Tom Yum menjadi salah satu menu yang cukup banyak dilirik. Namun kejutan sebenarnya baru akan hadir saat grand opening, ketika HHK mulai memaksimalkan menu breakfast,sebuah segmen yang masih jarang di Biak. Kue tradisional, aneka hidangan pagi, hingga rangkaian menu baru sudah masuk daftar rilis.
Dengan target pasar menengah, HHK mematok harga yang mereka sebut “manusiawi”. Pertimbangannya sederhana,mereka ingin masyarakat Biak bisa menikmati tempat yang nyaman tanpa merasa terbeban.
Untuk sementara, HHK beroperasi mulai pukul 08.00 WIT hingga 23.00 WIT. Jadwal ini akan disesuaikan lagi menjelang pembukaan resmi.
Ada satu hal yang sangat ditekankan oleh tim HHK, mereka ingin tempat ini menjadi ruang rehat, ruang untuk “mengisi ulang” semangat.
Hashtag mereka, #TemukanHarimuKembali, bukanlah sekadar slogan pemasaran. Itu adalah pesan yang ingin mereka sampaikan kepada semua pelanggan.