Popularitas dan Daya Tarik Minuman Matcha

  • 06 Jan 2026 11:31 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak: Dalam beberapa tahun terakhir, matcha telah berubah dari minuman tradisional Jepang menjadi tren global yang digandrungi banyak orang. Popularitasnya makin kuat ketika muncul di menu-menu kafe dan media sosial, menjadi simbol gaya hidup modern yang sehat dan estetis. Bahkan, menurut Yelp Food & Drink Trend Report, pencarian terkait matcha termasuk matcha tradisional naik hingga 210% tahun ke tahun, menunjukkan lonjakan permintaan yang nyata di masyarakat global.

Matcha menarik minat karena dianggap sehat. Tidak seperti teh biasa yang diseduh lalu daunnya dibuang, matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuknya sehingga nutrisi terserap secara penuh. Matcha mengandung antioksidan tinggi, khususnya EGCG, serta asam amino L-theanine yang bisa memberikan energi stabil tanpa crash seperti kopi, sehingga banyak yang melihatnya sebagai alternatif sehat.

Peran media sosial juga sangat besar dalam menjadikan matcha tren. Warna hijau cerah yang estetik membuat matcha sangat Instagram-able dan mudah menjadi konten visual yang menarik di TikTok, Instagram, dan platform lainnya. Banyak influencer dan blogger kuliner yang membagikan kreasi matcha, dari latte sampai dessert, sehingga matcha tidak hanya diminati karena rasa tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri generasi muda yang aktif di dunia digital.

Daya tarik matcha tak hanya soal estetika dan kesehatan. Tren ini dipengaruhi oleh keinginan akan ritme hidup yang lebih mindful dan terhubung dengan pengalaman ritual, seperti proses pengocokan matcha sendiri yang memberi momen tenang di tengah kesibukan modern. Dengan nilai ini, minuman yang berasal dari praktik ratusan tahun lalu kini memiliki arti baru di kehidupan urban masa kini.

Dengan akar budaya yang kuat, latar kesehatan yang menarik, dukungan media sosial, dan perubahan gaya hidup global, tidak heran matcha kini menjadi tren yang bukan hanya sementara, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan modern banyak orang di berbagai belahan dunia.

Rekomendasi Berita