Program Revitalisasi 14 Sekolah di Biak Numfor Telah Rampung 100 Persen
- 05 Mar 2026 14:00 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd., menjelaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan sebagai program pemerintah pusat telah memberikan manfaat yang signifikan. Tahun 2025 lalu, Kabupaten Biak Numfor memperoleh anggaran sekitar Rp21,379 miliar untuk merevitalisasi 14 Sekolah, yaitu: 1 sekolah dasar (SD), 4 sekolah menengah pertama (SMP), dan 9 sekolah menengah atas/kejuruan (SMA-SMK).
"Kita membangun toilet, UKS, ruang kelas baru, merehab ruang kelas rusak, membangun lab, perpustakaan, rumah guru, rumah kepala sekolah, dan asrama khusus SMA. Semua proyek sudah selesai 100 persen dan sudah digunakan sejak selesai konstruksi, tanpa menunggu peresmian, terutama untuk sekolah yang sangat mendesak seperti SMP Negeri 7 Biak Kota dan SMP Negeri 8 Biak Kota," ujarnya pada Rabu 5 Maret 2026.
Selain itu, sekolah yang mendaatkan bantuan dibuat ramah disabilitas, sehingga anak-anak dengan kebutuhan khusus dapat mengakses fasilitas dengan leluasa.
Kadis Dikdaya menambahkan di tahun 2025 lalu selain mendapatkan program revitalisasi satuan pendidikan, pihaknya juga mendapatkan program unit sekolah baru. Dari bantuan 20 unit SMA baru dari Sabang sampai Merauke, Biak Numfor mendapatkan bantuan pembangunan 1 sekolah baru yaitu SMA Negeri 1 Distrik Yawosi.
"Anak-anak di Yawosi tadinya yang tamat SMP itu harus menempuh perjalanan sekitar 19 km ke Biak Utara atau dekat ke Warsa sekitar 5-6 km. Nah sekarang dengan kita bangun sekolah disitu mereka tidak perlu jalan jauh,"jelasnya.
Pembangunan SMA Negeri 1 Distrik Yawosi. Dengan anggaran hampir Rp8 miliar, sekolah ini dilengkapi 6 ruang kelas, ruang administrasi, lab IPA dan komputer, perpustakaan, ruang OSIS, kantin, gudang dan toilet.
Kamaruddin menambahkan, Untuk tahun 2026, program revitalisasi tetap berjalan namun dengan perubahan alokasi dana. Sebagian besar dana yang seharusnya dialokasikan ke seluruh daerah dialihkan untuk merevitalisasi sekolah rusak pasca bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Namun, Kamaruddin menjelaskan hal tersebut tidak menjadi kendala karena dana program refivitalisasi bukan satu-satunya sumber, sebab daerah juga menggunakan dana DAU Pendidikan dan dana OTSUS untuk memperbaiki sekolah rusak.

Menanggapi program ini, Kepala SMA Negeri 1 Biak Utara, Sudirman Barean, S.Pd., M.MA., mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang peningkatan mutu pendidikan dan sarana prasarana.
"Sekolah kami mendapatkan rehab dengan 9 menu proyek dan anggaran sekitar Rp2,270 miliar. Sekolah kami sangat memprihatinkan sebelumnya, sehingga kesempatan ini sangat berarti. Kami langsung menggunakan fasilitas yang sudah selesai karena sangat membutuhkan, dan siswa merasa senang dengan suasana yang lebih aman dan nyaman," ucapnya.
Saat ini Pemerintah Daerah terus berupaya agar program revitalisasi ini terus berlanjut sehingga bisa menyetuh bagi semua sekolah yang ada di Biak Numfor secara bertahap sesuai alokasi anggaran yang ada.
Diharapkan dengan adanya program revitalisasi sekolah akan membawa perubahan signifikan bagi dunia pendidikan di Biak Numfor. Sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung perkembangan potensi setiap siswa.