Menko Infra Sampaikan Langkah Taktis dan Solusi Antisipasi Kecelakaan Kereta
- 15 Mei 2026 14:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko Infra, Agus Harimurti Yudhoyono, memiliki langkah taktis dalam mengantisipasi kecelakaan kereta
- Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, sebanyak 76 perlintasan sebidang harus ditutup, untuk mencegah terjadinya kembali kecelakaan yang melibatkan Kereta Api
- Penutupan 76 perlintasan sebidang, diungkapkan Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono, akan digantikan menjadi pembangunan underpass ataupun flyover
Video
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra), memiliki langkah taktis mengantisipasi kecelakaan pada transportasi Kereta Api (KA). Menko Infra, Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, langkah taktis itu telah diserahkannya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah langkah taktis tersebut, merupakan hasil identifikasi pascakecelakaan KRL CommuterLine dengan KA Argo Bromo Anggrek, beberapa waktu lalu. Dikatakan Menko Infra, langkah-langkah taktis itu sebagiannya telah dilakukan, dan dijadikan sebagai usulan untuk segera ditindaklanjuti.
"Kami laporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis, solusi yang harus segera diambil dan telah dilakukan sebetulnya, pasca terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur," kata Agus Harimurti, saat konferensi pers, usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Lebih lanjut Menko Infra yang akrab disapa AHY, memaparkan sejumlah langkah taktisnya. Seperti diungkapkan AHY, yakni terkait penutupan perlintasan sebidang kereta api di berbagai daerah.
Ia menuturkan bahwa dari hasil identifikasi, setidaknya terdapat 76 perlintasan sebidang, yang belum dilakukan penutupan. Bahkan hal tersebut dikatakan Menko Infra, tidak hanya dilakukan di sepanjang jalur Kereta Api di Pulau Jawa.
Meski demikian, AHY menyatakan pembangunan akses bagi masyarakat, sebagai pengganti dari perlintasan sebidang tersebut. Selain itu pihaknya diungkapkan AHY, juga mendorong peningkatan kualitas persinyalan sebagai sarana komunikasi arus lalu lintas Kereta Api.
"Ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang, yang ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatera, itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass. Kita juga ingin terus perbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....