Mayday 2026, Aliansi Perempuan Angkat Isu Hak Pekerja Perempuan
- 01 Mei 2026 16:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Aksi damai Aliansi Perempuan Indonesia di Sarinah diikuti sekitar 150 peserta dari Dukuh Atas menuju lokasi aksi
- Perempuan pekerja masih menghadapi persoalan upah layak, kerja layak, dan lingkungan kerja yang belum ramah
- Kesenjangan dengan pekerja laki-laki serta kurangnya akomodasi terhadap kebutuhan khas perempuan masih menjadi perhatian
Video
RRI.CO.ID, Jakarta - Aksi damai Aliansi Perempuan Indonesia tengah berlangsung di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Mei 2026. Sekitar 150 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan berjalan kaki dari Dukuh Atas menuju titik aksi utama.
Perwakilan Komunitas Perempuan Mahardika Nisyu menyampaikan aksi Mayday 2026 menyoroti hak-hak perempuan pekerja yang masih bermasalah. Ia mengatakan banyak perempuan pekerja masih bergelut dengan isu upah layak dan kondisi kerja belum ramah.
“Yang mana masih banyak banget bergelut dengan isu-isu upah layak, kerja layak, situasi kerja yang masih tidak ramah dengan perempuan. Masih terjadi juga ke teman-teman perempuan karena kan sering dipandang sebagai pencari nafkah tambahan ya,” ujarnya kepada RRI.CO.ID di kawasan Dukuh Atas sebelum aksi damai, Jumat, 1 Mei 2026.
Menurutnya situasi kerja yang tidak ramah perempuan masih terjadi karena mereka kerap dipandang hanya sebagai pencari nafkah tambahan. Pandangan tersebut membuat persoalan ketenagakerjaan perempuan terus berulang dari tahun ke tahun tanpa perubahan signifikan.
Ia menilai masih terdapat kesenjangan besar antara pekerja perempuan dan laki-laki dalam berbagai aspek pekerjaan dan perlindungan. Selain itu kesulitan khas yang dialami perempuan pekerja kerap belum diakomodasi perusahaan sehingga memperburuk kondisi kerja mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....