Hari Hewan Sedunia, Kenali Penyakit yang Dapat Menular dari Hewan ke Manusia
- 04 Okt 2026 09:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Zoonosis dapat menyebar melalui kontak langsung, udara, makanan, air, dan lingkungan yang terkontaminasi.
- World Health Organization (WHO) telah mengidentifikasi lebih dari 200 jenis zoonosis yang diketahui hingga saat ini.
- Hari Hewan Sedunia pada 4 Oktober digunakan untuk meningkatkan kesadaran tentang zoonosis, penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Hewan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 4 Oktober menjadi momentum untuk mengenali penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia. Penyakit tersebut dikenal sebagai zoonosis dan dapat menyebar melalui kontak langsung, udara, makanan, air, maupun lingkungan yang terkontaminasi.
Dilansir dari laman World Health Organization (WHO), zoonosis merupakan penyakit atau infeksi yang secara alami dapat menular dari hewan vertebrata kepada manusia. WHO menyebut lebih dari 200 jenis zoonosis telah diketahui hingga saat ini.
Berikut lima penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia.
1. Rabies
Rabies merupakan penyakit akibat virus yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan hewan. Menurut WHO, sekitar 99 persen kasus rabies pada manusia berasal dari gigitan anjing terinfeksi.
Virus rabies dapat menyebar melalui air liur hewan terinfeksi, terutama melalui gigitan atau cakaran. Penyakit ini dapat dicegah melalui vaksinasi hewan dan penanganan cepat setelah paparan.
2. Leptospirosis
Leptospirosis merupakan penyakit bakteri yang dapat menular dari hewan kepada manusia. Penularannya dapat terjadi melalui lingkungan yang tercemar urine hewan terinfeksi.
Risiko penularan dapat meningkat ketika manusia bersentuhan dengan air atau tanah yang tercemar. Penyakit ini juga menjadi salah satu zoonosis prioritas dalam upaya ‘One Health’ Indonesia.
‘One Health’ merupakan pendekatan Pemerintah Indonesia dalam mengelola ancaman penyakit zoonosis. Pendekatan ini menekankan keterkaitan erat antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan hidup.
3. Flu Burung
Flu burung merupakan penyakit yang disebabkan virus influenza dan dapat menginfeksi manusia. WHO memasukkan influenza zoonotik sebagai salah satu penyakit yang dapat berpindah dari hewan kepada manusia.
Penularan zoonosis ini dapat terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan hewan terinfeksi. Salah satu kelompok hewan yang berkaitan dengan risiko influenza zoonotik adalah Unggas.
4. Antraks
Antraks merupakan penyakit infeksi yang dapat menular dari hewan kepada manusia. WHO mengatakan antraks adalah salah satu penyakit zoonosis prioritas di Indonesia.
Penularan penyakit ini dapat berkaitan dengan kontak manusia terhadap hewan atau lingkungan yang terkontaminasi. Karena itu, masyarakat perlu menerapkan langkah pencegahan ketika beraktivitas di lingkungan dengan risiko zoonosis.
5. Salmonellosis
Salmonellosis merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan melalui bakteri Salmonella yang mencemari lingkungan. Dilansir dari laman CDC.gov, hewan peliharaan dan hewan sehat dapat membawa Salmonella tanpa menunjukkan tanda sakit.
Reptil dan amfibi termasuk hewan yang sering membawa Salmonella dalam saluran pencernaannya. CDC menganjurkan masyarakat mencuci tangan setelah menyentuh hewan atau benda di lingkungannya.
Masyarakat dapat mengurangi risiko zoonosis dengan menjaga kebersihan setelah berinteraksi dengan hewan. WHO juga mendorong pendekatan ‘One Health’ untuk mengendalikan risiko penyakit antara manusia, hewan, dan lingkungan.
Pemilik hewan juga perlu menjaga kesehatan dan kebersihan hewan secara rutin. Masyarakat perlu menghindari kontak dengan hewan sakit serta segera mencari pertolongan setelah terkena gigitan. (Davina Keisha Salsabila)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....