Hari Persatuan Jerman, Bagaimana Sejarah Jerman Terbagi Menjadi Dua Bagian?
- 03 Okt 2026 14:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jerman memperingati penyatuan kembali setiap tanggal 3 Oktober sebagai hari bersejarah yang menandai berakhirnya pembagian antara Jerman Barat dan Jerman Timur.
- Pembagian Jerman Barat dan Jerman Timur terjadi setelah kekalahan Jerman dalam Perang Dunia II pada Mei 1945 dan dikuasai oleh empat negara pemenang: Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, dan Prancis.
- Peristiwa penyatuan kembali Jerman merupakan tonggak penting dalam sejarah modern Eropa yang mengakhiri era Perang Dingin dan fragmentasi wilayah Jerman selama puluhan tahun.
RRI.CO.ID, Jakarta - Jerman memperingati peristiwa penyatuan kembali setiap 3 Oktober. Tanggal itu menandai berakhirnya pembagian Jerman Barat dan Jerman Timur pasca-Perang Dunia II.
Jerman kalah dalam Perang Dunia II pada Mei 1945. Negara tersebut kemudian dikuasai Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, dan Prancis.
Melansir The National Museum of American Diplomacy, Konferensi Potsdam pada Juli hingga Agustus 1945 membagi Jerman dan Berlin. Keputusan tersebut awalnya bertujuan mengatur Jerman pascaperang, tetapi hubungan Sekutu Barat dengan Uni Soviet justru memburuk.
Upaya Soviet memutus akses listrik, makanan, transportasi, dan bahan bakar Berlin menambah konflik keduanya. Perbedaan kepentingan politik kemudian memperkuat pembentukan dua kawasan ini.
Sekutu Barat akhirnya membentuk Republik Federal Jerman pada 1949, yang dikenal sebagai Jerman Barat. Pada tahun yang sama, Uni Soviet mendirikan Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) dengan Berlin Timur sebagai ibu kota.
Jerman Barat dikuasai oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis. Sementara itu, Berlin menjadi pusat ketegangan dan titik temu Jerman Barat dan Jerman Timur.
Jerman Timur pernah menghadapi arus penduduk yang meninggalkan negara menuju Barat, seperti dokter, insinyur, dan anak muda. Pemerintah Jerman Timur akhirnya semakin khawatir kehilangan penduduk produktif.
Pemerintah Jerman Timur akhirnya membangun Tembok Berlin pada 13 Agustus 1961. Tembok itu memutus pergerakan warga Berlin dan mempertegas pemisahan kehidupan masyarakat di kedua sisi kota.
Melansir Imperial War Museum, Tembok Berlin membagi kota selama 28 tahun. Penghalang tersebut juga memisahkan keluarga, rumah, serta aktivitas sehari-hari warga yang sebelumnya dapat bergerak melintasi kota.
Tembok berkembang dari kawat berduri menjadi struktur beton tinggi dengan zona pengamanan khusus. Penjaga perbatasan bahkan diizinkan menggunakan senjata untuk menghentikan orang yang mencoba melarikan diri dari Jerman Timur.
Upaya pelarian tetap terjadi melalui terowongan, mobil modifikasi, balon udara, dan perahu. Sedikitnya 140 orang tewas di Tembok Berlin atau terkait rezim perbatasan Jerman Timur pada 1961-1989.
Ketegangan mereda ketika perubahan politik negara-negara Eropa Timur mendorong Uni Soviet mengurangi pengaruhnya. Warga Berlin mulai meruntuhkan Tembok Berlin pada 9 November 1989 setelah bertahun-tahun hidup terpisah.
Peristiwa itu menjadi simbol berakhirnya Perang Dingin di Eropa. Jerman kemudian bersatu kembali pada 3 Oktober 1990.
Penyatuan itu terjadi setelah Jerman Timur bergabung ke Republik Federal Jerman. Sejak saat itu, 3 Oktober diperingati sebagai Hari Persatuan Jerman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....