Apa Itu Salvage Kapal? Ini Bedanya dengan Operasi SAR

  • 30 Sep 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Operasi SAR (Search and Rescue) fokus pada penyelamatan korban manusia yang terdapat di kapal yang mengalami kecelakaan.
  • Meskipun kedua operasi berkaitan dengan kecelakaan kapal, keduanya memiliki fokus dan tujuan yang berbeda dalam penanganannya.
  • Operasi salvage adalah upaya penyelamatan dan pemulihan kapal serta muatan yang mengalami kecelakaan di perairan.

RRI.CO.ID, Jakarta — Istilah operasi salvage muncul dalam pemberitaan kecelakaan KM Virgo Transport 8. Istilah tersebut berkaitan dengan penanganan kapal yang mengalami kecelakaan di perairan.

Namun, apa sebenarnya operasi salvage dan apa bedanya dengan operasi SAR?. Keduanya berkaitan dengan kecelakaan kapal, tetapi memiliki fokus yang berbeda.

Dilansir Kementerian Perhubungan, salvage merupakan kegiatan untuk menolong kapal atau muatan yang mengalami kecelakaan. Kegiatan ini juga mencakup pengangkatan bangkai kapal atau rintangan bawah air.

Salvage dapat dilakukan melalui survei, pemindahan muatan atau bahan bakar, penarikan, dan pengapungan. Dalam kondisi tertentu, kapal juga dapat dipotong atau dihancurkan.

Artinya, salvage tidak selalu berarti mengangkat kapal sampai ke permukaan. Tindakan yang dilakukan bergantung pada kondisi kapal, lokasi, dan kebutuhan penanganannya.

Sementara itu, operasi SAR berfokus pada pencarian dan pertolongan manusia. Operasi tersebut dilakukan ketika seseorang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan pertolongan.

Perbedaan utama keduanya terletak pada objek yang ditangani dalam operasi. SAR berfokus pada manusia, sedangkan salvage berfokus pada kapal, muatan, atau benda terkait.

Meski berbeda, kedua operasi tersebut dapat berlangsung dalam satu kecelakaan kapal. Penanganan kapal bahkan dapat membantu tim SAR mengakses bagian yang sebelumnya sulit dijangkau.

Dalam kondisi tertentu, kapal yang tenggelam atau terbalik dapat menghambat proses pencarian korban. Pengapungan atau pembalikan kapal dapat membantu membuka akses menuju bagian dalam kapal.

Salvage juga dapat dilakukan untuk menangani kapal yang mengganggu keselamatan pelayaran. Bangkai kapal yang berada di jalur pelayaran dapat menjadi bahaya bagi kapal lainnya.

Selain itu, kegiatan salvage dapat mencakup pemindahan muatan atau bahan berbahaya dari kapal. Tindakan tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan dan lingkungan sekitar.

Operasi salvage membutuhkan peralatan serta tenaga dengan kemampuan khusus sesuai kondisi di lapangan. Prosesnya dapat melibatkan penyelam, kapal penarik, crane, atau peralatan pengapungan.

Tidak semua operasi salvage dilakukan dengan cara yang sama. Metode yang digunakan menyesuaikan posisi kapal, kedalaman perairan, kerusakan, dan kondisi lingkungan.

Dalam penanganan bangkai kapal, pemilik kapal juga memiliki tanggung jawab tertentu. Kementerian Perhubungan mengatur kewajiban pemilik kapal terkait penyingkiran kerangka kapal.

Karena itu, salvage tidak hanya berkaitan dengan kapal yang masih ingin diselamatkan. Kegiatan tersebut juga dapat dilakukan untuk menghilangkan bahaya dari perairan.

Sederhananya, operasi SAR bertujuan mencari dan menyelamatkan manusia dalam keadaan darurat. Sementara itu, operasi salvage bertujuan menangani kapal, muatan, atau benda terkait di perairan. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....