Mengenal Santo Jerome, Sosok Dibalik Hari Penerjemahan Internasional
- 30 Sep 2026 12:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Penerjemahan Internasional dirayakan setiap tanggal 30 September untuk mengapresiasi peran dan kontribusi para profesional bahasa di tingkat global.
- Santo Jerome, seorang penerjemah Alkitab yang hidup pada abad keempat hingga awal abad kelima, ditetapkan sebagai pelindung para penerjemah di seluruh dunia.
- Santo Jerome menguasai tiga bahasa utama yaitu bahasa Yunani, Latin, dan Ibrani, yang memungkinkannya melakukan pekerjaan penerjemahan yang signifikan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Penerjemahan Internasional diperingati setiap tanggal, 30 September, untuk menghargai berbagai peran profesional bahasa di dunia. Peringatan ini juga berkaitan dengan Santo Jerome, sosok penerjemah Alkitab yang menjadi pelindung para penerjemah.
Melansir United Nations, Rabu, 30 September 2026, Jerome hidup pada abad keempat hingga awal abad kelima. Ia menguasai tiga bahasa yakni bahasa Yunani, Latin, dan Ibrani.
Berdasarkan pada berbagai manuskrip, Jerome sangat terkenal karena telah menerjemahkan sebagian besar Alkitab ke bahasa Latin. Hasil pekerjaan tersebut kemudian disebut sebagai Vulgata dan berpengaruh dalam tradisi Gereja Barat.
Kemampuan bahasa Jerome tidak didapatkan melalui pendidikan saja, melainkan melalui perjalanan dan studi terhadap berbagai macam bahasa. Ia mempelajari bahasa Ibrani dan Yunani agar bisa memahami sumber teks yang diterjemahkannya secara lebih mendalam.
Pada 30 September 420 Masehi, Jerome dikabarkan tutup usia di dekat wilayah Betlehem. Tanggal wafat tersebut merupakan alasan 30 September dipilih sebagai hari untuk memperingati profesi penerjemah.
Mengutip informasi dari Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, tradisi memperingati Santo Jerome terus berkembang di komunitas penerjemah internasional. Pada 1991, Federasi Penerjemah Internasional (FIT) kemudian memutuskan bahwa 30 September menjadi Hari Penerjemahan Internasional.
Pada 2017, peringatan tersebut kemudian mendapatkan pengakuan resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Majelis Umum PBB menetapkan Resolusi 71/288 tentang peran profesional bahasa dalam menghubungkan bangsa-bangsa pada 24 Mei 2017.
Melalui resolusi tersebut, PBB akhirnya menetapkan 30 September sebagai Hari Penerjemahan Internasional. Peringatan ini dilakukan untuk menghargai kontribusi profesional bahasa terhadap dialog, kerja sama, pemahaman, pembangunan, serta perdamaian.
Peringatan Hari Penerjemahan Internasional 2026 jatuh pada hari ini, Rabu, 30 September. Pada tahun ini, Federasi Penerjemah Internasional mengusung tema ‘Linguistic Diversity and Language Rights’.
Tema tersebut berhubungan dengan keberagaman bahasa serta hak masyarakat untuk mendapatkan akses informasi dalam bahasa yang mereka ketahui. Penerjemahan juga bisa menjembatani perbedaan bahasa antar bangsa serta memperluas akses komunikasi.
Penerjemah internasional berperan penting dalam menerjemahkan berbagai agenda dan dokumen di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dokumen PBB umumnya dipublikasikan secara bersamaan dalam enam bahasa resmi, yaitu Mandarin, Arab, Inggris, Rusia, Prancis, dan Spanyol. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....