Kenapa Kereta Api Punya Nama yang Beragam? Ini Makna di Baliknya
- 28 Sep 2026 16:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kereta api di Indonesia memiliki nama-nama unik seperti Argo Wilis, Gajayana, Serayu, dan Matarmaja yang masing-masing memiliki cerita dan makna tersendiri.
- Hari Kereta Api Nasional dirayakan setiap tanggal 28 September sebagai peringatan pengambilalihan perusahaan kereta api dari Jepang pada tahun 1945.
- KAI menjelaskan bahwa penamaan kereta api memiliki hubungan historis dan budaya yang penting dalam perjalanan transportasi Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta — Pernahkah Anda bertanya mengapa kereta api memiliki nama yang berbeda-beda?. Nama kereta seperti Argo Wilis, Gajayana, Serayu, dan Matarmaja ternyata memiliki cerita masing-masing.
Hari Kereta Api Nasional diperingati setiap tanggal 28 September. Dikutip dari laman KAI, peringatan tersebut berkaitan dengan pengambilalihan perusahaan kereta api dari Jepang pada 1945.
Di balik nama-nama tersebut, terdapat unsur alam, daerah, sejarah, hingga budaya. Penamaan kereta membuat setiap layanan memiliki identitas yang berbeda bagi masyarakat.
Salah satu kelompok nama kereta yang cukup dikenal adalah keluarga Argo. KAI menjelaskan, layanan Argo telah menjadi bagian dari perjalanan kereta antarkota selama hampir 31 tahun.
Nama Argo dapat ditemukan pada kereta seperti Argo Wilis, Argo Lawu, dan Argo Merbabu. Nama-nama tersebut menggunakan nama gunung yang berada di berbagai wilayah Pulau Jawa.
Tidak hanya gunung, nama kereta juga dapat terinspirasi dari sungai. KAI menjelaskan bahwa nama KA Serayu berasal dari Sungai Serayu di Jawa Tengah.
Sungai tersebut mengalir melewati Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, hingga Cilacap. Nama Serayu kemudian digunakan untuk layanan kereta yang menghubungkan Pasar Senen dan Purwokerto.
Ada pula nama kereta yang diambil dari tokoh sejarah suatu daerah. KA Gajayana, misalnya, menggunakan nama gelar Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan di Malang.
Raja Gajayana merupakan gelar Sang Liswa yang memerintah Kerajaan Kanjuruhan sekitar abad kedelapan. Nama tersebut kemudian digunakan sebagai identitas KA Gajayana yang melayani perjalanan Malang-Jakarta.
Ada juga nama Matarmaja yang memiliki bentuk berbeda dibandingkan nama kereta lainnya. Nama tersebut terbentuk dari gabungan empat nama kota yang dilaluinya, yaitu Malang, Blitar, Madiun, dan Jakarta.
Selain itu, nama Turangga memiliki kaitan erat dengan budaya Jawa. Nama tersebut berasal dari istilah untuk kuda tunggangan para bangsawan Jawa.
Penamaan Turangga merupakan bagian dari tradisi pemberian nama kereta berdasarkan alam dan budaya. Nama Turangga juga termasuk nama kereta yang terinspirasi dari kisah pewayangan dan epos Mahabharata serta Ramayana.
Nama kereta juga tidak selalu bersifat permanen karena KAI dapat melakukan penyesuaian identitas layanan. KAI mengumumkan bahwa Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu akan menggunakan nama Muria mulai 1 Oktober 2026.
Menurut KAI, penyederhanaan tersebut bertujuan membuat identitas layanan lebih ringkas dan mudah dikenali pelanggan. Perubahan nama menunjukkan bahwa identitas kereta dapat mengikuti kebutuhan layanan dan perjalanan masyarakat. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....