Frans Seda, Sosok di Balik Lahirnya Hari Perhubungan Nasional
- 17 Sep 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Harhubnas ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor SK 274/G/1971 yang ditandatangani pada 26 Agustus 1971.
- Keputusan penetapan Harhubnas menyatukan berbagai peringatan Hari Bakti di bidang perhubungan yang sebelumnya dilakukan secara terpisah menjadi satu peringatan bersama.
- Indonesia memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) setiap 17 September sejak 1971 sebagai bentuk penghormatan terhadap peran Menteri Perhubungan Frans Seda.
RRI.CO.ID, Jakarta - Setiap 17 September, Indonesia memperingati Hari Perhubungan Nasional atau Harhubnas. Peringatan ini tidak lepas dari peran Frans Seda yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perhubungan.
Hari Perhubungan Nasional ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor SK 274/G/1971 pada 26 Agustus 1971. Keputusan tersebut menyatukan berbagai peringatan Hari Bakti di bidang perhubungan yang sebelumnya dilakukan secara terpisah.
Frans Seda memiliki nama lengkap Franciscus Xaverius Seda. Ia lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 4 Oktober 1926 dan kemudian menempuh pendidikan di Belanda.
Frans Seda meraih gelar ekonomi dari Katholieke Economische Hogeschool di Tilburg pada 1956. Sebelum menjadi Menteri Perhubungan, ia lebih dulu dipercaya menjadi Menteri Keuangan pada 1966 hingga 1968.
Frans Seda kemudian dipercaya menjadi Menteri Perhubungan dalam Kabinet Pembangunan I. Ia menjabat sejak 6 Juni 1968 hingga 28 Maret 1973 dan mendorong pembukaan jalur penerbangan serta pelayaran perintis di berbagai daerah.
Program tersebut membantu membuka hubungan transportasi ke sejumlah wilayah Indonesia, terutama kawasan Indonesia bagian timur. Frans Seda juga terlibat dalam rencana pembangunan Bandara Soekarno-Hatta sebagai pengganti Bandara Kemayoran.
Selain transportasi, Frans Seda juga terlibat dalam pengembangan komunikasi dan telekomunikasi. Berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upayanya mengembangkan hubungan antardaerah.
Peran Frans Seda dalam bidang perhubungan kemudian berkaitan dengan lahirnya Hari Perhubungan Nasional. Melalui keputusan pada 1971, berbagai peringatan Hari Bakti di sektor perhubungan disatukan menjadi satu peringatan nasional.
Peringatan Hari Perhubungan Nasional pertama berlangsung pada 17 September 1971. Arsip Nasional Republik Indonesia mencatat kegiatan tersebut digelar di Bandung.
Frans Seda tidak hanya dikenal melalui kiprahnya di pemerintahan. Ia juga terlibat dalam bidang pendidikan dan pers, termasuk dalam pendirian Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan harian Kompas.
Frans Seda meninggal dunia di Jakarta pada 31 Desember 2009. Hari Perhubungan Nasional kemudian menjadi bagian dari sejarah perkembangan transportasi Indonesia. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....