Tips Hemat Air di Musim Kemarau

  • 18 Sep 2026 09:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mayoritas daerah Indonesia masih menghadapi musim kemarau memasuki pertengahan September 2026 dengan curah hujan yang terbilang terbatas.
  • BMKG memperkirakan puncak musim kemarau 2026 berlangsung dari Juli hingga September, dan El Niño meningkatkan risiko kekeringan di berbagai wilayah.
  • Kementerian Pekerjaan Umum merekomendasikan penghematan air melalui pengurangan penggunaan yang tidak diperlukan dalam aktivitas sehari-hari sebagai upaya menjaga persediaan air.

RRI.CO.ID, Jakarta - Memasuki pertengahan September 2026, mayoritas daerah Indonesia masih menghadapi musim kemarau. BMKG memperkirakan puncak kemarau 2026 berlangsung dari Juli hingga September, sementara El Niño meningkatkan risiko kekeringan.

Melansir Kementerian Pekerjaan Umum, Menghemat air dapat dimulai dengan mengurangi penggunaan yang tidak diperlukan selama aktivitas sehari-hari. Kebiasaan sederhana tersebut membantu untuk menjaga persediaan air kita saat curah hujan masih terbilang terbatas.

Pertama, matikan keran saat sedang menyikat gigi atau mencukur agar air tidak mengalir secara percuma. Kebiasaan tersebut adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi pemborosan air.

Kedua, batasi durasi mandi dan hindari membiarkan keran menyala lebih lama dari kebutuhanmu. Pemakaian pancuran dengan aliran yang rendah juga bisa membantu untuk mengurangi volume air selama aktivitas mandi.

Mengutip US Environmental Protection Agency, memeriksa toilet, keran, selang, serta sambungan pipa dilakukan agar tidak terjadi kebocoran air. Kebocoran kecil yang dibiarkan secara terus-menerus bisa membuat pemborosan air dalam jumlah yang signifikan setiap tahunnya.

Berikutnya, gunakan mesin cuci saat seluruh pakaian sudah terkumpul sehingga pemakaian air menjadi lebih efisien. Cara serupa bisa diterapkan pada mesin pencuci piring dengan mengoperasikannya saat muatan sudah penuh.

Selanjutnya, memanfaatkan air bekas mencuci sayuran bisa digunakan untuk menyiram tanaman selama kualitasnya masih sesuai. Penggunaan kembali air untuk kebutuhan tertentu bisa membantu mengurangi ketergantungan terhadap air bersih yang baru.

Keenam, gunakan ember atau wadah saat mencuci kendaraan ketimbang membiarkan selang terus mengalir. Langkah tersebut membantu mengontrol volume air dan juga mencegah penggunaan berlebihan selama mencuci kendaraan.

Ketujuh, siram tanaman pada waktu yang lebih sejuk untuk mengurangi kehilangan air akibat penguapan. Penyiraman juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah agar tidak berlebihan.

Selain itu, pertimbangkan menggunakan perlengkapan rumah tangga yang dirancang khusus untuk menggunakan air secara lebih efisien. Peralatan seperti pancuran atau toilet hemat air bisa mengurangi konsumsi air tanpa menghilangkan fungsi utamanya.

Selain itu, siapkan tandon atau sebuah tempat penampungan untuk menyimpan air hujan jika kondisi memungkinkan. Air tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan tertentu sehingga persediaan air bersih bisa diprioritaskan.

Terakhir, jangan membuang sampah ke sungai ataupun saluran air yang bisa menghambat aliran dan distribusi. Menjaga kebersihan sumber air adalah salah satu cara untuk turut mendukung pemanfaatan air yang tersedia secara lebih optimal.

Menghemat air selama musim kemarau tidak harus dilakukan melalui perubahan yang besar. Kebiasaan menggunakan air secukupnya mampu menjaga ketersediaan sumber daya air bagi kebutuhan masyarakat. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....