Rakun Suka "Mencuci" Makanan, Ini Alasannya

  • 17 Sep 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rakun memiliki kemampuan adaptasi dan sensorik yang tinggi.
  • Kebiasaan mencelupkan makanan berkaitan dengan sensorik rakun.
  • Ketika terkena air, telapak kaki rakun menjadi lebih sensitif sehingga dapat merasakan bentuk, ukuran, dan tekstur makanan sebelum dikonsumsi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Rakun merupakan hewan yang mudah dikenali melalui wajah "bertopeng" dan ekornya yang memiliki pola melingkar seperti cincin. Salah satu perilaku paling menarik dari hewan ini adalah kebiasaannya mencelupkan makanan ke dalam air.

Rakun merupakan mamalia omnivora asal Amerika Utara dan memiliki bulu khas serta kaki depan dengan lima jari panjang. Rakun memiliki nama ilmiah Procyon lotor yang secara harfiah berarti “beruang pencuci”.

Sebagai omnivora, rakun mengonsumsi beragam makanan seperti buah, tumbuhan, kacang, serangga, ikan, dan hewan kecil. Rakun juga dapat memanfaatkan makanan manusia seperti sisa makanan, sampah, dan makanan hewan peliharaan.

Melansir laman Diamante Eco Adventure Park, rakun memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai lingkungan. Hewan ini dapat hidup di kawasan hutan, wilayah basah, hingga lingkungan yang berdekatan dengan manusia.

Selain kemampuan beradaptasi, rakun dikenal sebagai hewan yang cerdas dan terampil. Rakun juga termasuk hewan nokturnal yang lebih aktif mencari makanan ketika kondisi lingkungan mulai gelap.

Kebiasaan tersebut membuat rakun mengandalkan kemampuan sensorik selain penglihatan untuk mengenali benda di sekitarnya. Melansir AAAC Wildlife Removal, kaki depan rakun berfungsi sebagai sensor untuk mengenali lingkungan.

Rakun dikenal suka mencelupkan makanan ke dalam air sebelum mengonsumsinya. Meski terlihat "mencuci" makanannya, perilaku tersebut sebenarnya berkaitan dengan kemampuan sensorik rakun.

Air membantu rakun meningkatkan kemampuan kaki depannya ketika mereka memegang atau mengeksplorasi benda. Lapisan pelindung pada telapak kaki melunak ketika terkena air sehingga rakun dapat merasakan tekstur secara lebih jelas.

Jadi, rakun bukan mencuci makanannya, mereka sebenarnya sedang mengobservasi makanan tersebut. Perilaku ini membantu rakun memperoleh informasi sensorik tambahan mengenai bentuk, ukuran, dan tekstur makanan.

Kemampuan ini membantu rakun yang sering mencari makanan kecil yang sulit dikenali dalam kondisi gelap. Rakun juga dapat mencelupkan tangan ketika mencari hewan air seperti udang karang, siput, ikan, dan cacing.

Dengan demikian, kebiasaan mencelupkan makanan bukan bertujuan membersihkan kuman, kotoran, atau bakteri dari makanan. Perilaku tersebut membantu rakun mengenali makanan melalui sentuhan sehingga mereka dapat menentukan benda yang layak dimakan. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....