Kenapa Bawahan Disebut “Anak Buah”?

  • 02 Sep 2026 00:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Istilah 'anak buah' dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti anggota kelompok atau regu yang berada di bawah seorang pemimpin.
  • Istilah 'anak buah' tidak berkaitan dengan anak dan buah secara harfiah, melainkan merupakan ungkapan idiomat dalam bahasa Indonesia.
  • Istilah tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari lingkungan pekerjaan hingga kelompok atau organisasi tertentu.

RRI.CO.ID, Jakarta — Istilah “anak buah” sering digunakan untuk menyebut orang yang bekerja atau berada di bawah seorang pemimpin. Namun, istilah tersebut tentu membuat penasaran karena tidak berkaitan dengan anak dan buah secara harfiah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “anak buah” berarti anggota kelompok atau regu yang berada di bawah seorang pemimpin. Istilah tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari lingkungan pekerjaan hingga kelompok atau organisasi.

Kata “anak” sendiri memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar keturunan. Dalam bahasa Indonesia, kata tersebut juga digunakan untuk menyebut orang yang termasuk dalam suatu kelompok atau berada dalam hubungan tertentu.

KBBI, misalnya, mencatat istilah “anak kapal” untuk menyebut awak atau pegawai yang bertugas di kapal. Ada pula “anak didik” yang berarti murid atau orang yang berada dalam pembinaan seseorang.

Penggunaan kata “anak” dalam berbagai gabungan tersebut menunjukkan adanya makna yang berkaitan dengan anggota atau pihak yang berada dalam suatu lingkungan. Maknanya kemudian berkembang sesuai dengan kata yang mengikutinya.

Sementara itu, “buah” dalam bahasa Indonesia juga memiliki beberapa makna selain bagian tumbuhan. Kata tersebut dapat digunakan untuk menyebut benda, pokok pembicaraan, hingga hasil dari suatu pekerjaan.

Namun, tidak ada keterangan kamus yang secara khusus menjelaskan bahwa “buah” dalam istilah “anak buah” berarti hasil atau bagian tertentu. Karena itu, asal-usul gabungan kata tersebut tidak bisa disimpulkan hanya dari arti kedua katanya secara terpisah.

Istilah “anak buah” sendiri sudah digunakan sebagai ungkapan dengan makna khusus dalam bahasa Indonesia. Maknanya tidak lagi dipahami secara harfiah sebagai anak yang berhubungan dengan buah.

Dalam penggunaannya sehari-hari, “anak buah” kemudian menjadi sebutan bagi orang yang bekerja di bawah arahan atau kepemimpinan seseorang. Misalnya, seorang kepala dapat memiliki sejumlah anak buah yang membantu menjalankan tugas dalam sebuah organisasi.

Istilah tersebut juga dapat ditemukan dalam lingkungan militer dan pekerjaan. Dalam konteks tersebut, hubungan antara pemimpin dan anak buah menunjukkan adanya pembagian tugas serta struktur kepemimpinan.

Menariknya, penggunaan istilah dengan kata “anak” seperti ini cukup banyak ditemukan dalam bahasa Indonesia. Ada “anak perusahaan” untuk perusahaan yang berada di bawah kendali perusahaan lain, serta “anak cabang” untuk bagian yang berada di bawah cabang.

Hal tersebut menunjukkan bahwa bahasa Indonesia sering menggunakan kata yang sudah dikenal untuk membentuk istilah dengan makna baru. Makna gabungan tersebut kemudian dipahami berdasarkan penggunaannya dalam masyarakat.

Jadi, “anak buah” bukan berarti anak yang memiliki hubungan dengan buah secara harfiah. Istilah tersebut merupakan ungkapan yang kini digunakan untuk menyebut anggota kelompok yang berada di bawah seorang pemimpin. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....