Asal Usul Istilah Box Office, Berawal dari Loket Tiket
- 27 Jul 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Istilah box office tidak berasal dari dunia perfilman seperti yang banyak orang kira, melainkan merupakan sistem penjualan tiket yang lebih luas.
- Box office dahulu merujuk pada loket fisik di teater atau bioskop tempat penonton membeli tiket secara langsung.
- Dalam era digital, box office berkembang dan kini juga mencakup sistem penjualan tiket secara online dan digital melalui berbagai platform.
RRI.CO.ID, Jakarta –Istilah box office identik dengan film yang meraih pendapatan besar di bioskop. Namun, sebutan tersebut ternyata tidak berasal dari dunia perfilman.
Melansir Seatfun, box office adalah tempat atau sistem yang digunakan untuk menjual tiket dan melayani penonton. Dahulu, box office merujuk pada loket fisik di teater atau bioskop, sedangkan kini juga mencakup penjualan tiket secara digital.
"Box office merupakan tempat atau sistem yang menjual tiket dan melayani penonton. Saat ini, istilah tersebut mencakup loket fisik maupun sistem penjualan tiket secara daring," ujar Seatfun dalam tulisannya yang dikutip RRI.co.id Senin, 27 Juli 2026.
Istilah box office diduga berasal dari dunia teater pada abad ke-18.Uang hasil penjualan tiket disimpan dalam kotak berkunci (locked box) sehingga istilah tersebut mulai digunakan.
Istilah tersebut juga dikaitkan dengan box seats, yaitu area duduk eksklusif di dalam teater. Penonton yang membeli kursi tersebut memperoleh tiket melalui loket khusus yang kemudian dikenal sebagai box office.
Seiring berkembangnya industri perfilman, penggunaan istilah box office pun meluas. Istilah tersebut tidak lagi hanya merujuk pada loket tiket, tetapi juga pendapatan yang diperoleh dari penjualan tiket bioskop.
Saat ini, box office menjadi salah satu ukuran keberhasilan komersial sebuah film. Semakin besar pendapatan tiket, semakin tinggi pencapaian box office-nya.
Pendapatan box office umumnya dibagi berdasarkan wilayah penayangan. Kategorinya meliputi domestic box office, international box office, dan worldwide box office.
Berbeda dengan film yang tayang di bioskop, film yang dirilis khusus melalui layanan streaming tidak memiliki pendapatan box office. Kesuksesannya umumnya diukur melalui jumlah penonton atau total waktu tonton.
Meski kini identik dengan kesuksesan film di bioskop, box office sebenarnya berawal dari istilah penjualan tiket pertunjukan. Maknanya kemudian berkembang mengikuti perubahan industri hiburan hingga digunakan secara luas dalam dunia perfilman. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....